Dibalik Insiden Jet Blast Garuda Indonesia, Senantiasa Waspada Saat Berada di Apron!

Efek jet blast di Bandara Skiathos, Yunani.

Meski terlihat sebagai area yang lapang, namun setiap orang yang melintasi apron pesawat harus tetap waspada dan mengikuti instruksi dari ground crew, maklum di apron terdapat banyak aktivitas, mulai dari urusan bongkar muat kargo, pengisian bahan bakar sampai lalu lalangnya shuttle bus. Namun indisen yang terjadi di Bandara Ahmad Yani, Semarang pada Senin sore kemarin (9/10) merupakan sesuatu yang berbeda.

Baca juga: Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat

Akibat efek dari jet blast atau engine blast, tangga pesawat yang nampak kokoh pun dapat terdorong dan rubuh. Persisnya jet blast diakibatkan ‘hentakan’ mesin jet dari pesawat Bombardier CRJ700 milik Garuda Indonesia. Akibatnya hembusan angin jet dari ‘knalpot’ pesawat bermesin dua tersebut, tangga belakang pesawat Airbus A320 milik Batik Air ID 6356.

Jet blast yang terjadi sore hari pukul 15.47 WIB menyebabkan tangga yang sedang dipasang di pesawat Batik Air ID 6356 jatuh dan menimpa 3 orang. Ketiga orang korban adalah petugas ground handling, petugas PT Angkasa Pura I, dan seorang penumpang Batik Air. Diantara ketiganya, petugas ground handling yang disebut-sebut mengalami luka berat, sementara dua lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Di dunia penerbangan Tanah Air, istilah jet blast jarang disebut. Merujuk dari definisinya, jet blast adalah fenomena pergerakan udara secara cepat yang dihasilkan oleh dorongan tenaga mesin jet. Umumnya jet blast terjadi pada proses sebelum pesawat tinggal landas. Sebuah pesawat dalam ukuran besar (wide body), secara teori dapat menghasilkan tekanan angin dengan kecepatan 190 km per jam hingga jarak 60 meter. Bila ada material dalam radius 60 meter di belakang mesin jet, maka akan merasakan 40 persen dari daya maksimum mesin jet tersebut.

Dampak jet blast bisa berujung fatal, selain melukai orang, kendaraan pun bisa mengalami kerusakan akibat hembusan dari angin jet tersebut. Untuk itu selama pesawat bermanuver di dalam apron diharuskan mematuhi ketentuan tentang batas penggunaan kekuatan mesin (cool power). Dalam kasus yang terjadi di Bandara Ahmad Yani, seharusnya pilot Bombardier CRJ700 dapat lebih hati-hati mengingat area apron di bandara tersebut terbilang kecil.

Baca juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Jadi Atraksi Wisata
Meski mengundang maut, sensasi hembusan dari tekanan angin mesin jet rupanya menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan pencari adrenalin. Di Karibia, Jet Blast jadi fenomena ‘menyenangkan’ bagi turis di kawasan pantai kepulauan St Marteen.Di sana, para turis bermain dengan jet blast karena bandara tepat di kawasan pantai. Namun, belum lama ini, seorang turis asal Selandia Baru dikabarkan meninggal dunia gara-gara jet blast di dekat salah satu bandar udara paling berbahaya di dunia.

Perempuan 57 tahun tersebut dikabarkan tengah menyaksikan sebuah pesawat yang akan lepas landas dari bandara Putri Juliana di St Maarten, saat dia terdorong embusan salah satu mesin jet pesawat itu. Setelah terjatuh dan tak sadarkan diri, perempuan itu dilarikan ke rumah sakit. Namun, akhirnya dia dinyatakan meninggal dunia akibat luka di bagian kepalanya.