Dibanding Drone Kargo Garuda Indonesia, Kapasitas Payload Drone Feihong-98 Lebih Besar

FH-98. Sumber: nbdpress.com

Dalam upayanya untuk terus memperlebar sayap usahanya, maskapai plat merah Garuda Indonesia dikabarkan semakin giat untuk terus memperkuat potensi pasar pada layanan kargonya, dimana I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia mengambil kebijakan untuk menggunakan teknologi drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) sebagai moda yang akan mengangkut kebutuhan kargo dari flag carrier Indonesia ini. Menurut rencana, pihak Garuda Indonesia akan mengoperasikan hingga 100 unit drone untuk menunjang bisnis kargonya ini.

Baca Juga: ‘Belanja’ ke Cina, Garuda Indonesia Datangkan Drone Untuk Angkutan Kargo

Menurut siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com dari Garuda Indonesia, pihak maskapai berencana untuk mengoperasikan sebanyak tiga unit drone berjenis Harbin BZK-005 rakitan Beihang UAS Technology Co. Ltd. (Cina) pada kuartal keempat tahun 2019. Diproyeksikan, drone ini mampu mengangkut kargo hingga 1,2 ton dengan jarak tempuh mencapai 1.200 kilometer di ketinggian 5.000 meter.

“Penggunaan drone tentunya menjadi opsi yang ideal dalam fokus maskapai untuk mengoptimalkan potensi pangsa pasar dan pendapatan kargo udara, terutama dalam menghubungkan wilayah remote dengan fasilitas bandara yang terbatas seperti di Maluku, Papua dan Sulawesi yang kaya dengan marine product,” ujar Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, Harbin BZK-005 tergolong ke dalam drone HALE (High Altitude Long Endurance) yang mampu merengkuh kecepatan 150 hingga 180 km/jam. Adapun kelebihan lain dari drone ini adalah mereka tidak memerlukan runway yang panjang sebelum lepas landas atau mendarat.

“Jadi runway yang dibutuhkan itu sekitar 500 hingga 600 meter saja,” terang Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan.

Baca Juga: Ternyata Drone Dilarang di Negara-Negara Ini

Nah, apabila Anda beranggapan bahwa Garuda Indonesia merupakan maskapai pertama yang mengoperasikan sebuah drone untuk melayani angkutan kargo, maka Anda salah besar karena di akhir tahun 2018 kemarin, SF Express dari Cina telah terlebih dahulu memberdayakan drone untuk mengangkut kargo.

Mengutip dari laman eandt.theiet.org (18/10.2018), China Academy of Aerospace Electronics Technology yang bekerja sama dengan perusahaan antar barang SF Express telah sukses melakukan uji penerbangan Feihong-98 (FH-98) yang ditujukan sebagai drone pengantar kargo.

Jika ditelisik dari spesifikasi umumnya, FH-98 memang memiliki kemampuan yang tidak terlalu jauh berbeda drone yang akan digunakan Garuda Indonesia kelak. FH-98 mampu mengangkut beban kargo hingga 1,5 ton, mampu mengudara di ketinggian 4.500 meter, merengkuh kecepatan hingga 180 km per jam, dan mengudara hingga jarak maksimum 1.200 kilometer.