Dikelola Perusahaan India Selama 25 Tahun, Bandara Kualanamu Bakal Jadi Hub Internasional Barat Indonesia

0
Sumber: istimewa

GMR Airport, unit usaha dari GMR Infrastructure dikukuhkan sebagai pemenang tender dalam proyek pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang bernilai sekitar 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp85,5 triliun, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Baca juga: Garuda Indonesia Jadikan Kualanamu Hub Penerbangan Domestik Wilayah Barat dan Asia Tenggara

Selama 25 tahun ke depan, perusahaan asal India itu diberi hak untuk mengoperasikan dan mengembangkan Bandara Kualanamu menjadi hub wilayah barat Indonesia, bahu-membahu dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang selama ini menjadi hub utama Indonesia.

GMR Airports akan dibantu Angkasa Pura II (AP II) sebagai sebuah konsorsium di bawah perusahaan joint venture bentukan keduanya, PT Angkasa Pura Aviasi, dalam pola kemitraan 49:51. Perusahaan tersebut bertanggung jawab untuk mengembangkan, memperluas, dan mengoperasikan bandara.

Chairman GMR Group Energy and International Airports, Srinivas Bommidala, mengatakan, “GMR Airports Limited senang telah diumumkan sebagai pemenang tender untuk pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Kualanamu di Medan, Indonesia,” katanya.

“Proyek ini menandai masuknya GMR Airports di sektor Penerbangan Indonesia yang berkembang pesat, terbesar di ASEAN dan pasar yang potensial. Kemenangan tender juga memperkuat kredensial GMR Group sebagai salah satu pengembang dan operator bandara terbesar di dunia,” lanjutnya, seperti dikutip dari Airport Technology.

Setelah beberapa hari pasca dtetapkan sebagai pemenang tender, Awarding Ceremony Strategic Partnership Kualanamu International Airport akhirnya dilaksanakan di kantor Kementerian BUMN Jakarta pada 23 November 2021 lalu.

Acara tersebut dihadiri oleh Wamen BUMN II Kartika Wiroatmodjo, Direktur PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), para Direktur dan Komisaris PT Angkasa Pura II (Persero) serta Presiden Direktur GMR Indonesia.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, AP II menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi mitra strategis di Bandara Internasional Kualanamu. Dia menuturkan, kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki pengalaman dan jaringan baik airport maupun maskapai.

Baca juga: PT Angkasa Pura 2 Tawarkan Paket Investasi Rp11 Triliun di Bandara Kualanamu

Dengan begitu menurut Awaluddin, Bandara Internasional Kualanamu nantinya akan menjadi bagian jaringan tersebut dan bersinergi dalam pengembangan rute maupun layanan baik kepada maskapai, penumpang maupun kargo.

Awaluddin mengatakan, pengembangan di Bandara Internasional Kualanamu difokuskan memperkuat konektivitas internasional dan turut melibatkan swasta untuk mewujudkan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise sharing dan Equity partnership. “Trafik penerbangan akan meningkat, lalu akan ada alih teknologi dan keahlian, serta berbagi porsi modal di Bandara Internasional Kualanamu,” ujar Awaluddin dalam keterangan resminya.