Thursday, February 22, 2024
HomeAnalisa AngkutanDilarang Merokok di Pesawat tapi Disediakan Asbak, Kenapa Demikian?

Dilarang Merokok di Pesawat tapi Disediakan Asbak, Kenapa Demikian?

Terlepas dari kecanggihan teknologinya, pesawat memiliki beberapa hal yang membingungkan. Seperti misalnya dilengkapi klakson yang nyaris tidak pernah dipakai sampai asbak di toilet meski merokok di dalam pesawat sangat dilarang karena berpotensi menggangu keamanan dan keselamatan penerbangan. Jika begitu, kenapa merokok dilarang tapi maskapai menyediakan asbak?

Baca juga: Inilah Smokers Express Airlines, Maskapai Khusus Bagi Para Perokok

Dahulu, merokok di pesawat adalah sebuah tawaran yang menguntungkan maskapai. Sambil minum sampanye, menikmati hidangan istimewa yang disajikan di atas piring keramik, penumpang diperkenankan merokok tanpa batasan.

Itu terus berlangsung sampai awal tahun 1980-an. Ketika itu, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan larangan merokok di dalam pesawat secara parsial dan mulai berlaku di seluruh penerbangan pada tahun 1987.

Perubahan drastis pun terjadi. Merokok di pesawat bukan lagi hak masing-masing warna negara, melainkan sebuah pelanggaran yang bisa berujung pada kasus hukum bila dilanggar.

Tentu saja, sifat addict pada rokok telah membuat seseorang tidak tahan untuk segera melakukannya (merokok), bahkan ketika di dalam pesawat yang tengah mengudara sekalipun, yang jelas-jelas dilarang.

Terbukti, setelah merokok resmi dilarang FAA dan segera diadopsi oleh regulator penerbangan sipil dunia, banyak laporan bahwa ada saja penumpang yang merokok di dalam pesawat, tepatnya di toilet.

Mengingat bahaya yang mengintai dan daripada abu rokok serta bara api (puntung) rokok dibuang sembarang dan tak terorganisir hingga berpotensi menimbulkan bahaya yang lebih besar, FAA mengatur agar maskapai tetap menyediakan asbak untuk para perokok nakal yang mencuri-curi kesempatan.

Dalam peraturan FAA, asbak wajib ada di setiap toilet pesawat di dekat pintu. Asbak harus berada di tempat yang mudah terlihat penumpang dan mencolok. Karena harus ada di setiap toilet, maka jumlah asbak mengikuti jumlah toilet. Asbak di dalam toilet juga menjadi syarat sertifikasi maskapai untuk dapat terbang ke AS, yang pada akhirnya, sekali lagi, itu diadopsi oleh regulator penerbangan sipil negara lain.

Pernah suatu hari dalam penerbangan British Airways ke Meksiko, pesawat sampai harus digrounded lantaran asbak tidak mencukupi.

Baca juga: Inilah 11 Perbedaan Maskapai Penerbangan Era 70-an dengan Sekarang

Dilansir Quora, sebetulnya maskapai manapun bisa saja mengajukan sertifikasi tambahan atau STC (supplemental type certificate) untuk meniadakan asbak di pesawat.

Akan tetapi, prosesnya cukup panjang, mahal, dan melelahkan. Disebutkan, maskapai yang menginginkan hal itu harus mengajukan satu sertifikasi per pesawat. Bila ada 100 armada, maka, maskapai harus mengajukan 100 STC sebelum dinyatakan lolos sertifikasi FAA.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru