Dilirik Cina dan Korea Selatan, Proyek LRT Sumatera Utara Bisa Sampai Danau Toba

(kumparan.com0

Light Rapid Transit (LRT) di Medan, Sumatera Utara menjadi salah satu proyek prioritas nasional di tahun 2019. Pembangunan ini nantinya hanya akan sepanjang 17 km untuk LRT yang akan dilaksanakan pada September 2019 mendatang.

Baca juga: Tak Kunjung Rampung, LRT Jabodebek Lintasan Kuningan-Dukuh Atas Terganjal Masalah!

Namun apa jadinya jika proyek LRT tersebut diperpanjang hingga 160 km atau hingga ke kawasan resort Danau Toba? Pada the Asia Europe Meeting-Transport Senior Officials Meeting (ASEM-TSOM) yang dilaksanakan di Medan belum lama ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menawarkan proyek LRT sepanjang 160 km tersebut kepada perwakilan negara-negara yang hadir.

“Sejauh ini ada dua negara yang telah menyatakan minatnya dalam proyek tersebut yaitu Cina dan Korea Selatan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Muhammad Zein Siregar yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (19/7/2018).

Dengan adanya dua negara tersebut yang berminat, maka Pemprov Sumatera Utara akan menindaklanjuti terkait investasi Cina dan Korea Selatan dalam proyek LRT.

“Kami ingin mengembangkan proyek LRT sesegera mungkin karena bisa mendukung program pemerintah untuk meningkatkan pariwisata di kawasan resort Danau Toba,” ujar Zein.

Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Eben Torsa mengatakan, pihak Pemerintah Provinsi belum mendiskusikan rencana perpanjangan jalur LRT hingga Danau Toba ke pemerintah pusat yakni Kemenhub. Sebab, Eben mengatakan, pihaknya baru mendengar jika LRT akan dibangun sampai ke Danau Toba, karena pembahasan sebelumnya tidak sampai disitu.

Dia menilai hal tersebut mungkin saja terjadi jika pembiayaan sangat kuat dan investor sanggup menutupi semua biaya pembangunan. Pasalnya untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur perkeretaapian sangat lama dalam pengembalian modalnya.

Baca juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang

“Artinya kalau permintaan kesana sedikit, investor kan bepikir ulang. Jadi kita wait and see saja, semoga Pemda segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait hal ini,”ujar Eben.

Sebelumnya di Medan, Sumatera Utara pembangunan LRT dan Bus Rapid Transit (BRT) sudah ditanda tangani dan akan mulai tahapan ground breaking pada September 2019  dan diperkirakan bisa digunakan pada 2023 mendatang. Proyek tersebut diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp16 miliar dengan sumber pembiayaaan dari pemerintah serta investor swasta.