Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis Jajaki Teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo

Berangkat dari semangat untuk meningkatkan kinerja pelayanan jasa penyeberangan dan upaya menggenjot potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah), Dinas Perhubungan dan Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, hari ini (2/11/2017) mengadakan kunjungan resmi ke kantor pusat PT Mata Pensil Globalindo di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Kunjungan dalam formasi eksekutif dan legislatif ini persisnya untuk mengetahui lebih detail tentang keunggulan Automatic Vehicle Classification, solusi pengenalan identitas kendaraan dan sistem tiket otomatis yang telah diterapkan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Baca juga: Terdampak Sterilisasi Pelabuhan, Eksistensi Anak Pemburu Koin Kian Pudar

Di Kabupaten Bengkalis kini ada dua pelabuhan yang akan dilakukan modernisasi, yakni Pelabuhan Air Putih dan Pelabuhan Sungai Selari. Rute di kedua pelabuhan tersebut dilayani oleh enam unit kapal ferry dengan bobot rata-rata 600 ton. “Perubahan yang diperlihatkan di Merak – Bakauheni menjadi dasar pemikiran bagi kami untuk mengkaji solusi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil,” ujar Djoko Edy Imhar, PLT Kadishub Dinas Perhubungan Bengkalis Provinsi Riau kepada KabarPenumpang.com

Ia menyebut potensi trafik penyeberangan antar pelabuhan seharusnya dapat ditingkatkan untuk mendongkrak PAD. Djoko menambahkan bahwa PAD dari sektor penyeberangan di Bengkalis per tahun mencapai Rp4 miliar, dan masih terjadi tingkat inefisiensi 5 persen per harinya.

Sementara PT Mata Pensil Globalindo saat ini dikenal sebagai mitra kerja dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk melayani jasa penjualan tiket otomatis di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Automatic Vehicle Classification mengitegrasikan fungsi automatic ticketing system sedari penumpang dan kendaraan memasuki pelabuhan hingga naik ke dalam kapal.

Romi Syaf Putra saat memberikan presentasi.

Direktur Utama PT Mata Pensil Globalindo Romi Syaf Putra dalam presentasi menyatakan bahwa solusi yang ditawarkannya sangat mendukung keselamatan dalam pelayaran, dimana manifes setiap penumpang terintegrasi dalam database. Sementara untuk menekan angka ‘kebocoran’ keuangan dalam transaksi di tollgate, Automatic Vehicle Classification dengan sensor LIDAR (Light Detection and Ranging) mampu menentukan golongan dan tarif secara otomatis. “Sistem kami mencegah terjadinya penurunan golongan, dengan begitu pendapatan dari operator pelabuhan dan operator kapal dapat meningkat,” kata Romi. Untuk mendukung penerapan Automatic Vehicle Classification secara maksimal, Romi menyebut sterilisasi di area pelabuhan mutlak diterapkan.

Seolah mengamini, Djoko Edy berkomiten pihak pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait mendukung penuh sterilisasi tersebut. Djoko menambahkan masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dibenahi, seperti belum adanya waktu sandar kapal di pelabuhan dan terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi.

Baca juga: Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis Hadi Zamzami menganggap paparan dari PT Mata Pensil Globalindo sangat komprehensif dan berharap kelak Automatic Vehicle Classification dapat diterapkan di Bengkalis. Merespon kebutuhan dari Dinas Perhubungan dan Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, pihak PT Mata Pensil Globalindo menyatakan dalam waktu dekat akan melakukan survei ke Bengkalis.