Dinilai Bakal Rugikan Persaingan, Uni Eropa Blokir Merger Antara Siemens dan Alstom

Salah satu armada dari Alstom. Sumber: Alstom

Uni Eropa telah memblokir merger yang dilakukan oleh Siemens dan Alstom, dimana mereka akan menciptakan sebuah kereta yang setara dengan pembangkit tenaga listrik Airbus. Regulator antitrust Uni Eropa mengatakan pada hari Rabu (6/2/2019) bahwa menggabungkan bisnis manufaktur kereta api antara perusahaan Jerman dan Perancis ini akan merugikan persaingan dan menyebabkan harga yang lebih tinggi di Eropa.

Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

“Penggabungan ini akan menghasilkan harga yang lebih tinggi untuk sistem pensinyalan yang menjaga penumpang tetap aman dan untuk generasi berikutnya dari kereta berkecepatan sangat tinggi,” tutur Margrethe Vestager, seorang politikus asal Denmark yang juga memiliki jabatan di European Commissioner for Competition, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (6/2/2019).

Siemens (SIEGY) dan Alstom (ALSMY) berpendapat bahwa penggabungan kekuatan semacam ini diperlukan untuk mencapai skala yang diperlukan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan dari Cina. Struktur serupa juga dipercaya dapat membantu Airbus (EADSF) untuk bersaing dengan kompetitornya asal Negeri Paman Sam, Boeing (BA).

“Eropa sangat membutuhkan reformasi struktural dalam cara membentuk masa depan industrinya,” ujar CEO Siemens, Joe Kaeser.

“Melindungi kepentingan pelanggan secara lokal tidak berarti bahwa Eropa tidak dapat berada pada tingkat yang sama dengan negara-negara terkemuka seperti Cina, Amerika Serikat dan lainnya,” tandasnya.

Di sisi lain, Alstom mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyesali keputusan tersebut. Perusahaan-perusahaan mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mengajukan banding atas keputusan di tingkat pengadilan.

Sebelumnya, kesepakatan yang diusulkan untuk menggabungkan Alstom Perancis dan unit transportasi Siemens Jerman diumumkan pada September 2017. Rencana itu kemudian dengan cepat mendapat dukungan dari pemerintah Perancis dan Jerman, yang ingin sekali menciptakan “juara” Eropa baru dengan kekuatan finansial yang dibutuhkan untuk bersaing di seluruh dunia.

Salah satu pesaing utama dalam kompetisi ini adalah China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC), salah satu pemasok peralatan kereta api terbesar di dunia, yang telah memenangkan kontrak besar untuk memasok armada metro untuk di Boston, Chicago dan Melbourne.

Baca Juga: Tuai Kontroversi Hadirkan Kereta Cepat, Akankah California Rasakan Nasib Seperti Indonesia?

Skala pendapatannya juga sangat besar: Siemens dan Alstom telah menggabungkan penjualan tahunan dengan pendapatan sekira €15miliar (US$18miliar), sedikit lebih banyak dari setengah pendapatan CRRC yang menyentuh angka 207 miliar yuan (US$31miliar) pada 2017.

Senada dengan suara kekecewaan lainnya, Menteri Perekonomian Perancis, Bruno Le Maire pun menelurkan statemen serupa.

“Ini merupakan pilihan buruk bagi Eropa,” ujar Bruno.