Tuesday, July 16, 2024
HomeAnalisa AngkutanDipengaruhi oleh Musim Monsun, Turbulensi Parah Juga Menjadi Momok di Asia Tenggara

Dipengaruhi oleh Musim Monsun, Turbulensi Parah Juga Menjadi Momok di Asia Tenggara

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang lima rute penerbangan yang terkenal dengan turbulensi parah, maka salah satunya berada di Asia Tenggara. Penerbangan di wilayah ini, yang termasuk Indonesia, kerap dihadapkan pada musim monsun, yang dapat menghadapi turbulensi karena badai petir yang sering terjadi.

Baca juga: Waspada! Lima Rute Penerbangan ini Terkenal dengan Turbulensi Parah

Nah, karena Asia Tenggara luas, maka harus dipahami terlebih dahulu tentang musim ini. Musim Monsun di Asia Tenggara terbagi menjadi dua periode utama: monsun barat daya dan monsun timur laut. Berikut adalah rincian periode dan lokasi di mana monsun ini terjadi:

1. Monsun Barat Daya (Southwest Monsoon) pada periode Juni hingga September.
Monsun ini mempengaruhi sebagian besar wilayah Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Singapura, Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan), dan Filipina bagian utara.

Karakteristik dari monsun barat daya ditandai angin bertiup dari barat daya, membawa udara lembab dari Samudra Hindia dan menyebabkan curah hujan tinggi di wilayah-wilayah tersebut.

2. Monsun Timur Laut (Northeast Monsoon) pada periode November hingga Maret.
Monsun ini mempengaruhi wilayah yang serupa, tetapi dampaknya lebih signifikan di wilayah pesisir timur Semenanjung Malaya, bagian timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian besar Filipina.

Karakteristik dari monsun timur laut ditandai angin bertiup dari timur laut, membawa udara dingin dan kering dari daratan Asia, tetapi ketika melewati Laut Cina Selatan dan Laut Sulu, udara ini menjadi lembab dan menyebabkan curah hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Lokasi khusus di Asia Tenggara yang sering mengalami turbulensi selama musim monsun termasuk:
1. Laut Cina Selatan: Dikenal dengan badai petir dan kondisi cuaca yang berubah-ubah selama musim monsun.
2. Semenanjung Malaya dan Sumatra: Curah hujan tinggi dan badai petir sering terjadi di wilayah ini.
3. Kepulauan Filipina: Filipina sering terkena badai tropis dan taifun selama musim monsun, menyebabkan turbulensi parah di rute penerbangan yang melintasi wilayah ini.

Penerbangan di wilayah ini sering mengalami turbulensi selama periode monsun karena perubahan cuaca yang cepat dan aktivitas badai yang intens.

Fenomena Cuaca Baru “Danau Atmosfer,” Genangan Air Seluas 1.000 km di Langit Samudra Hindia

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru