Ditinggal Mati, Pesawat Pribadi Eks Presiden Libya Muammar Gaddafi Kembali Terbang

0
5A-ONE, Pesawat pribadi eks Presiden Libya, Muammar Gaddafi. Foto: Colin Cooke Foto via Flickr

Di dunia, sudah menjadi rahasia umum bahwa orang tajir memiliki pesawat pribadi untuk menunjang bisnis mereka.

Baca juga: Enam Private Jet Termahal Milik Pesepak Bola Dunia, Nomor Satu Lekat dengan Aceh-Indonesia!

Bill Gates, misalnya, punya empat pesawat jet pribadi berupa dua Gulfstream G650ER (menggantikan dua jet Bombardier 700 Global Express yang sudah tua), masing-masing bernilai hampir US$70 juta, dan dua Bombardier Challenger 350, bernilai US$ 27 juta per unit. Jeff Bezos, orang terkaya di dunia, punya beberapa private jet. Salah satunya Gulfstream G650.

Selanjutnya ada private jet Boeing 747-8 VIP konglomerat Hong Kong Joseph Lau, private jet Boeing 747-400 Pangeran Al Waleed bin Talal, private jet Airbus A340 Alisher Usmanov, Boeing 767-300 Roman Abramovich, dan Boeing 767-200 rapper Kanada, Drake.

Meski tak setenar pesawat pribadi nama-nama besar di atas, eks Presiden Libya, Muammar Gaddafi, ternyata juga mempunyai jet pribadi berbasis Airbus A340-200 atau yang lebih dikenal sebagai 5A-ONE.

Presiden Libya yang dikudeta dan terbunuh itu diketahui resmi memiliki 5A-ONE mulai tahun 2006. Pesawat itu kemudian jadi tak bertuan setelah Gaddafi meninggal pada tahun 2011.

Seharusnya, itu memang jatuh ke tangan ahli warisnya ataupun ke tangan Pemerintah Libya sebagai barang sitaan atas tuduhan penggelapan uang negara selama ia menjabat.

Lama tak terlihat, pesawat pribadi Muammar Gaddafi itu dilaporkan terlihat lagi di langit. Sudah pasti pesawat itu tidak terbang secara misterius, sebagaimana pesawat Santiago Airlines dengan nomor penerbangan (flight) 513 yang muncul lagi pasca 35 tahun hilang, melainkan untuk menjalani perbaikan menyongsong tahun layanan bersama maskapai baru.

Menurut data ch-aviaiton.com, sebelum menjadi pesawat pribadi Presiden Muammar Gaddafi, pesawat ini dikirim Airbus ke Sultan Brunei Darussalam pada tahun 1996 sebagai pesawat kerajaan. Pesawat itu diregistrasi sebagai V8-JBB dan beroperasi sampai tahun 2000.

Setelah itu, pesawat itu jatuh ke tangan Pangeran Al-Waleed bin Talal bin Abdul-Aziz Al Saud melalui perusahaan Kingdom Holding dan dijadikan sebagai pesawat pribadi. Registrasinya pun berubah menjadi HZ-WBT4. Bersama Pangeran Al-Waleed, pesawat pribadi ini beroperasi sampai Oktober tahun 2006.

Sebelum dijual, ia diketahui membeli pesawat Boeing 747-400 dan dijadikan sebagai pesawat pribadi atau private jet sampai saat ini. Pesawat pribadinya itu pun dinobatkan sebagai pesawat pribadi paling mewah di dunia. Tak hanya itu, ia juga menjadi satu-satunya orang yang pernah memesan private jet Airbus A380, meski pada akhirnya pesawat tak sampai dikirim ke pangeran.

Setelah lepas dari tangan Pangeran Al-Waleed bin Talal, pesawat akhirnya dibeli oleh Presiden Muammar Gaddafi seharga US$120 juta. Pesawat itu diserahkan ke maskapai nasional Libya, Afriqiyah Airways, pada Oktober 2006 da diregistrasi sebagai 5A-ONE.

Meski dioperasikan oleh maskapai, tetapi, pesawat ini secara eksklusif terbang untuk Gaddafi atau menjadi pesawat pribadinya. Namun, pesawat pribadinya itu lebih sering digunakan oleh putranya.

Pada Agustus 2011, 5A-ONE ditangkap oleh pemberontak Libya di Bandara Tripoli. Pesawat pribadi yang dilengkapi interior dan fasilitas mewah seperti bak mandi air panas, bioskop pribadi, dan kamar tidur berlapis cermin, sampai karpet merah, ini kemudian dikirim ke Toulouse, Perancis, untuk perbaikan setelah rusak selama kudeta Libya.

Pesawat itu tetap di-grounded dalam jangka waktu cukup panjang, sekalipun sesekali terbang untuk pemerintah Libya yang baru. Pada Mei 2021 lalu, 5A-ONE terpantau kembali terbang.

Baca juga: Serba-serbi Private Jet Pangeran Al Waleed bin Talal: Singgasana Emas dengan 11 Pramugari

Pada awal Juni 2021, pesawat menghabiskan dua minggu di Bandara Atatürk Istanbul sebelum terbang kembali ke Libya. Pesawat kemudian terlihat kembali di London dan Berlin.

Laporan terbaru, pesawat itu sudah laik terbang dan siap melayani penerbangan penumpang maupun kargo bersama maskapai.