Di tengah dominasi jet regional modern, sebuah nama legendaris dari era 90-an kembali mencuri perhatian dunia penerbangan. Dornier 328, pesawat turboprop yang pertama kali terbang pada tahun 1991, kini resmi “dihidupkan kembali” melalui proyek ambisius D328eco.
Langkah yang diambil oleh Deutsche Aircraft ini bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah respons strategis terhadap kebutuhan pasar penerbangan regional yang haus akan efisiensi dan ramah lingkungan.
Dornier 328 asli dikenal sebagai pesawat yang mendahului zamannya. Saat pertama kali diluncurkan, pesawat ini menawarkan kecepatan tinggi menyerupai jet, kemampuan lepas landas di landasan pendek (Short Take-Off and Landing – STOL), serta kenyamanan kabin yang luar biasa untuk pesawat kelas 30 kursi.
Hingga saat ini, sekitar 150 unit Dornier 328 masih aktif beroperasi di seluruh dunia, membuktikan ketangguhan desainnya. Inilah yang menjadi fondasi kuat bagi Deutsche Aircraft untuk mengambil alih sertifikat tipe pesawat ini dan mengembangkannya menjadi versi yang lebih modern.
Inilah Dornier D328eco, Pesawat Hybrid-Listrik Deutsche Aircraft Berteknologi Pilot Tunggal
D328eco: Evolusi Menuju Masa Depan Hijau
Meskipun mempertahankan siluet ikonik pendahulunya, D328eco adalah pesawat yang sepenuhnya baru di sisi internal. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa produksi pesawat ini dimulai kembali:
1. Keberlanjutan (Sustainability)
D328eco dirancang untuk mampu beroperasi menggunakan 100% Sustainable Aviation Fuel (SAF). Dengan bahan bakar ini, emisi CO2 diklaim dapat berkurang hingga 95%.
2. Efisiensi Mesin Terbaru
Pesawat ini menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW127XT-S yang jauh lebih hemat bahan bakar dan memiliki biaya perawatan 20% lebih rendah dibandingkan model lama.
3. Kapasitas yang Ditingkatkan
Fuselagenya diperpanjang sekitar 2 meter untuk menampung 40 penumpang (naik dari 30-33 kursi pada versi asli), menjadikannya lebih kompetitif secara ekonomi untuk maskapai regional.
4. Avionik Modern
Kokpitnya kini dilengkapi dengan sistem Garmin G5000 PRIME yang sepenuhnya digital, memberikan standar keselamatan dan kemudahan navigasi setara jet mewah terbaru.
Selain efisiensi, alasan utama kembalinya pesawat ini adalah fleksibilitas operasionalnya. D328eco tetap mempertahankan kemampuan mendarat di landasan yang tidak beraspal (unpaved runways) dan akses ke bandara terpencil dengan landasan pendek yang tidak bisa dijangkau oleh jet regional.
Deutsche Aircraft juga menyiapkan varian D328MR (Multi-Role) yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi khusus, mulai dari evakuasi medis (Medevac), pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga pemadam kebakaran hutan dan pengintaian.
Saat ini, proyek D328eco sedang dalam tahap pengembangan intensif di fasilitas Oberpfaffenhofen, Jerman. Meskipun jadwal masuk layanan (Entry into Service) sempat digeser ke akhir tahun 2027, antusiasme industri tetap tinggi. Pesawat ini diposisikan sebagai penantang serius bagi dominasi ATR di pasar turboprop regional, terutama untuk rute-rute pendek yang membutuhkan kecepatan dan aksesibilitas tinggi.
Dengan menghidupkan kembali desain klasik Dornier dan menyuntikkan teknologi ramah lingkungan, Deutsche Aircraft membuktikan bahwa desain yang bagus tidak akan pernah benar-benar mati, melainkan hanya perlu beradaptasi dengan tuntutan zaman.
