Double Decker, Kompetisi Baru di Layanan Bus AKAP

Ditengah persaingan dengan moda angkutan udara dan kereta api, animo penumpang bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi), terutama untuk rute jarak jauh terus mengalami penurunan. Selain didera persoalan kemacetan lalu lintas, aspek kenyamanan penumpang kian berkurang dengan kualitas bus yang ikut merosot lantaran kurangnya perawatan. Namun, bukan berarti bisnis bus AKAP bakal terjun bebas, sejumlah PO (Perusahaan Otobus) masih cukup kreatif untuk memanjakan penumpang, salah satu terobosannya adalah menghadirkan bus tingkat AKAP.

Bus tingkat pastinya sudah jamak kita kenal, tapi di Indonesia umumnya keberadaan double decker ini untuk menunjang angkutan dalam kota dan aktivitas terkait wisata. Dipelopori oleh PO Nusantara, sejak 2014 sudah mulai beroperasi bus AKAP double decker, kemudian menysul PO Putera Mulya, PO Efisiensi, dan terakhir PO Lorena. Tak hanya menawarkan sensasi baru bagi penumpangnya, double decker yang digadang tiap PO rata-rata menyuguhkan kemewahan fasilitas laksana penerbangan kelas bisnis di maskapai udara. Untuk menjamin kenyamanan, bus tingkat AKAP yang dibangun oleh perusahaan karoseri nasional, kesemuanya menggunakan sasis dan mesin bus dari merek-merek ternama yang proven sebagai pemasok teknologi bus dunia.

Bus tingkat AKAP PO Nusantara. (Foto: Tribunsolo)
Bus tingkat AKAP PO Nusantara. (Foto: Tribunsolo)

019409800_1482451549-Bus_tingkat_PO_Putera_Mulya3

IMG-20161220-WA00141

Bicara tentang fasilitas, umunnya PO penyedia double decker membagi dua kelas dalam satu bus, di lantai dua menjadi kabin untuk kelas eksekutif, ada water dispenser, reclining seat yang nyaman, hingga smoking room di bagian belakang. Sementara di lantai bawah, umumnya di setting untuk kelas yang lebih mewah, disini tersedia electric adjustable seat, jadi traveler bisa mengatur kenyamanan kursi secara otomatis, sandaran kursinya bisa diatur dengan memencet tombol yang ada di sisi dalam sandaran tangan. dan menarik juga disiapkan coffee maker. Benar-benar tak kalah dengan fasilitas di pesawat terbang, masing-masing kursi sudah dilengkapi stop kontak listrik dan satu monitor LCD yang berisi hiburan film dan musik yang bisa dipilih. Karena menyasar rute jarak jauh, dipastikan ada fasilitas toilet di bus double decker ini.

Fasilitas saja dipandang tak cukup untuk memikat calon penumpang, jenis bus yang digunakan jelas ikut menentukan. Setidaknya dalam kompetisi di segmen bus AKAP double decker ini nama Scania dari Swedia MAN dan Mercedes Benz dari Jerman. Contohnya bus tingkat dari PO Nusantara yang menggunakan sasis MAN R37. Dengan mengacu pada desain MAN Neoplan, bus yang dibangun perusahaan karoseri Nusantara Gemilang ini punya kapasitas 19 kursi. Sementara PO Putera Mulya memilih sasis dari Maxibus dari Scania K410IB mengandalkan mesin 13 liter DC13 yang sudah memenuhi standar emisi Euro 5. Untuk proses pembangunan bodi, POI Putera Mulya memilh karoseri Adiputro. Untuk PO Efisiensi memilih teknologi sasis dari Mercedes Benz OC500RF 2542, sementara pihak karoseri yang terlibat adalah Adiputro.

015260000_1482460892-DSC_0038

012098800_1482460891-DSC_0069__1_

PO Lorena meski hadir belakangan, perusahaan bus yang terbilang senior di Tanah Air ini sudah menyiapkan 10 unit bus tingkat AKAP yang akan meluncur di 2017. Yang dipilih Lorena adalah sasis Mercedes Benz OC500RF 2542, dan mitra karoseri Adiputro. Meski beda-beda manufaktur, bus tingkat AKAP punya ciri yang sama dengan bus tingkat pada umumnya, yakni ground clearance yang terbilang rendah, bahkan bisa dikata mirip dengan ground clearance bus bandara yang kerap membawa/mengantar penumpang menuju tangga pesawat. Dan sampai saat ini bus tingkat AKAP dengan tiga sumbu roda baru disasar untuk rute di Pulau Jawa.

wp-1486010204041