Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

0
Sumber: New York Post

Bagi para penumpang pesawat, mengalami delay sekira satu jam merupakan hal yang biasa dan dapat ditolerir. Namun apa jadinya jika pesawat yang Anda tumpangi mengalami delay selama tiga hari? Duh, tentu ini menjadi masalah tersendiri ya. Masih mending jika pihak maskapai memberikan kompensasi berupa voucher makan, minum, dan akomodasi menginap di hotel, kalau tidak? Percaya atau tidak, kejadian di atas pernah menimpa penumpang maskapai kenamaan Inggris, British Airways beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Sebanyak lebih dari 200 penumpang ditelantarkan begitu saja di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York pada Kamis (1/11/2018) kemarin. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, British Airways Flight 2036 dijadwalkan berangkat dari Orlando pada Kamis malam dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Gatwick di Inggris pada Jumat (2/11/2018) pagi.

Penerbangan itu sendiri memakan waktu kurang lebih delapan jam – namun karena dilatarbelakangi oleh masalah teknis pada mesin pesawat, memaksa sang pilot untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional John F. Kennedy, tidak berselang lama setelah pesawat tersebut lepas landas.

“Saya cukup takut kala itu, dimana pilot mengumumkan harus melakukan pendaratan darurat,” ujar salah seorang penumpang, dikutip dari laman foxnews.com (5/11/2018).

Namun ketakutan yang dialami oleh sebagian penumpang pesawat tersebut barulah permulaan dari ‘ujian’ yang sesungguhnya. Setibanya mereka di Bandara Internasional John F. Kennedy, pihak British Airways terkesan lepas tangan dan menelantarkan para penumpangnya begitu saja. Tidak adanya kejelasan informasi dari pihak maskapai membuat para penumpang terpaksa beristirahat di lantai bandara. Tidak hanya orang tua, pun dengan anak kecil.

Bahkan dikutip dari New York Post, salah satu dari penumpang maskapai tersebut merupakan seorang anak kecil penderita kanker. Sontak kejadian ini mendapat sorotan dari berbagai media – bahkan tidak sedikit dari para saksi yang melihat langsung kejadian ini dan para penumpang mengunggah foto yang berhasil mereka abadikan ke sosial media Twitter.

“#BA2036 merupakan layanan yang buruk. Kami tidak percaya pihak maskapai membiarkan kami dan anak-anak tidur di lantai bandara selama lebih dari lima setengah jam,” ujar salah seorang penumpang bernama Rosie Slater Walts di sosial media Twitter.

Tidak hanya Rosie, sejumlah penumpang lain pun turut menyuarakan kekecewaan mereka terhadap British Airways melalui berbagai platform sosial media. Jangankan untuk kompensasi bermalam di hotel, untuk voucher makan dan minum pun tidak diturunkan oleh pihak British Airways.

Baca Juga: Duh, Gara-Gara Satu Penumpang, Frontier Airlines Flight 87 Dibatalkan!

Menanggapi hal tersebut, seperti biasa, pihak maskapai full service ini mengklarifikasi dan meminta maaf kepada para penumpang. “Kami menghargai bahwa ini merupakan pengalaman yang melelahkan dan membuat frustrasi bagi pelanggan kami, dan kami telah meminta maaf atas keterlambatan panjang penerbangan mereka,” ujar pihak British Airways dalam sebuah pernyataan.

Setelah terbengkalai selama dua hari, akhirnya British Airways Flight 2036 tiba di Bandara Internasional Gatwick pada Minggu – tiga hari setelah pesawat tersebut bertolak dari Orlando.

 

 

 

Leave a Reply