Duduk di Kursi Belakang Bus Lebih Cepat Mabuk, Ini Dia Penyebabnya!

Sumber: shuttershock

Walaupun popularitasnya sudah mulai tergusur oleh kereta api, namun bus masih menjadi primadona di sebagian kalangan. Selain tidak perlu repot-repot ke stasiun untuk membeli tiket dan memulai perjalanan, bus juga menawarkan rute yang lebih bervariasi ketimbang si ular besi. Tapi, penumpang bus memiliki satu kelemahan yang selalu diidentikkan dengan kursi di bagian belakang, yaitu mabuk. Jika ditelaah lebih jauh, kira-kira apa yang menyebabkan penumpang bus lebih mudah terserang mabuk perjalanan ketika duduk di kursi belakang?

Baca Juga: Tips Sopan Buang Angin Selama Perjalanan, Intinya Harus Tetap “Dicicil”

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman merdeka.com, ada dua penyebab utama mengapa duduk di kursi belakang bus dapat menimbulkan rasa mual. Pertama adalah sistem pergerakkan roda dan yang kedua adalah ketidakseimbangan otak. Hampir di semua moda darat termasuk bus memiliki sistem kendali roda depan yang akan bergerak mengikuti kemudi (stir). Sedangkan roda belakang berfungsi sebagai penggerak dimana mesin akan lebih dominan menggerakkan roda belakang.

Ketika bus melewati tikungan, orang yang duduk di baris depan tidak akan merasa pusing karena mereka akan ikut bersama alur roda depan (lebih statis), sedangkan orang yang duduk di bagian belakang akan terkena efek haluan mobil. Alasan ini pula yang menjelaskan mengapa orang lebih sering ‘terpental’ jika duduk di kursi belakang bus. Sejalan dengan pernyataan di atas, hasil penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ahli juga menuturkan bahwa medan berkelok dapat membuat seseorang lebih cepat mengalami fenomena mabuk darat.

Walaupun tidak menutup kemungkinan orang yang duduk di baris depan akan merasa mual, tapi setidaknya skala rasa mual yang dirasakan tidak sebesar orang yang duduk di kursi belakang.

Alasan kedua yang membuat orang lebih cepat mabuk ketika duduk di baris belakang bus adalah faktor ketidakseimbangan otak. Penumpang yang duduk di belakang cenderung tidak bisa melihat ke luar (di bagian depannya), sehingga otak mengalami kebingungan dalam mengoordinasikan panca indera. Di sisi lainnya, mata akan melihat benda-benda yang berada di sekitarnya berada dalam kondisi diam (statis), namun indera perasa lain menangkap bahwa adanya guncangan dan pergerakkan yang menandakan mereka tidak diam.

Baca Juga: Tips Kenalan “Ampuh” di Moda Transportasi, Intinya Tidak Boleh Dipaksakan!

Ketidakseimbangan ini menyebabkan otak mulai mendorong terjadinya rasa pusing. Tidak sedikit juga ditemukan kasus dimana mata jadi berkunang-kunang dan selanjutnya merasa mual ingin muntah. Kini, sudah jelas bukan alasan kenapa duduk di kursi belakang bus bisa menyebabkan mual?