Duh! Ternyata Boeing Pernah ‘Palsukan’ Dokumen Pembelian Varian 787 Dreamliner Air Canada

0
Boeing 787 Dreamliner milik Air Canada. Sumber: Airways Magazine

Nama Boeing nampaknya masih enggan turun dari topik utama pembahasan seputar dunia transportasi. Setelah pemberitaan yang terakhir beredar adalah dari keluarga korban kecelakaan dua pesawat tipe 737 MAX 8 yang mengaku belum mendapatkan ‘santunan’ dari pihak produsen, kini pemberitaan terbaru menyebutkan bahwa beredar kabar tentang pihak Boeing yang mengakui tentang pemalsuan dokumen penjualan varian Boeing 787 ke pihak Air Canada.

Baca Juga: Pasca Dua Kecelakaan 737 MAX 8, Pihak Boeing Belum ‘Santuni’ Keluarga Korban!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (2/7/2019), varian Dreamliner dari pihak Boeing ini dikirim kepada Air Canada pada tahun 2014 silam, namun kira-kira 10 bulan setelah pengiriman tersebut, Boeing mengakui bahwa pihaknya telah memalsukan dokumentasi terkait penjualan pesawat wide-body tersebut. Pada pernyataannya, Boeing mengklaim seolah-olah bahwa pengerjaan pesawat tersebut belum sepenuhnya rampung, namun sudah dikirim kepada pihak konsumen.

Benar saja, pada tanggal 10 Februari 2015, Boeing 787 Dreamliner milik Air Canada yang hendak bertolak dari Vancouver menuju Narita di Jepang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Anchorage, Alaska setelah mengalami kebocoran tangki bahan bakar, kurang lebih lima jam setelah mengudara – dan kini semuanya sudah jelas bahwa Boeing memalsukan dokumentasi terkait penjualan varian 787 Dreamlinernya sebelum pesawat tersebut dikirim ke pihak Air Canada! Ya, Boeing ‘membocorkan’ salah satu rahasianya ini tertanggal 29 Juni 2019 kemarin.

Ya, salah satu momen pembuka celah bagi terbongkarnya ‘borok’ dari Boeing terkait pemalsuan dokumen ini terjadi ketika penyelidikan menyeluruh pasca dua kecelakaan maut yang dilakukan oleh varian 737 MAX 8 – dimana penyelidikan diperluas hingga ke pabrikan Dreamliner di South Carolina.

Dengan berdalih bahwa ini merupakan masaah yang terisolasi, pihak Boeing langsung mengambil tindakan korektif dengan memanggil mekanik dan inspektur dari perusahaan yang terkait dengan urusan administratif ini. Hadirnya kasus seperti ini tentu saja membahayakan semua penumpang dan awak kabin yang berada di dalam penerbangan terkait. Tapi apakah pihak Air Canada selaku pihak yang ‘ditipu’ oleh Boeing ini pernah berada di dalam situasi yang sangat berbahaya?

Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Beruntung, maskapai ini tidak pernah mengalami insiden serius terkait dengan pemalsuan dokumen ini, namun tetap saja, di dunia penerbangan yang dimana semuanya harus serba presisi dan beroperasi dengan sempurna, pemalsuan dokumen semacam ini akan sangat berbahaya.

 

Leave a Reply