Ekspor 14 Bus ke Bangladesh, Karoseri Laksana Andalkan Sasis dari Scania

Tak hanya kereta api yang dipesan oleh Bangladesh, ternyata bus juga mulai diimpor negara tersebut dari Indonesia. Pasalnya perusahaan karoseri CV Laksana awal bulan April 2019 telah mengekspor bus ke Bangladesh dan serah terimanya akan berlangsung saat pembukaan Indonesia Fair 2019 di Dhaka.

Baca juga: Karoseri Laksana Hadirkan Bus Legacy SR2 Double Decker

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bus besutan karoseri Laksana akan diserahkan ke Shohagh Group yang merupakan mitra bisnis di Bangladesh. Indonesia Fair 2019 di Dhaka diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Karoseri Laksana mengekspor sebanyak 14 unit bus dan sepuluh diantaranya merupakan bus tingkat atau double decker. Penasaran tipe bus apa yang diekspor oleh karoseri yang berbasis di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah ini?

CV Laksana mengekspor bus high decker berjenis SR2 XHD Prime yang dibanderol dengan harga Rp2,5 miliar per unit. Technical Head Manager Karoser Laksana Stefan Arman mengatakan, SR2 XHD Prime yang dijual ke pasar Bangladesh memiliki spesifikasi kurang lebih sama dengan unit yang dijual di Indonesia.

Sementara untuk sasis dan engine menggunakan buatan Swedia (Scania), artinya, bus ini bakal pakai Scania dengan kode K360IB yang diklaim punya tenaga maksimal 360 dk di 1.900 rpm dan torsi 1750 Nm di 1350 rpm. Ternyata bus tersebut juga berbeda dari Indonesia. Dimana perbedaannya adalah bus yang diekspor tersebut hanya memiliki satu pintu untuk masuk dan keluar yang berada di bagian depan, sedangkan di bagian belakang tidak ada pintunya.

Selain itu dari segi dimensi ternyata ada perbedaan, bus yang diekspor mempunyai dimensi yang lebih panjang dibanding bus yang dijual di Indonesia. Hal tersebut kata Arman sesuai dengan permintaah pihak Bangladesh. Begitu juga dengan fitur dan kapasitas mesin, bus yang diekspor ke Bangldesh dibekali dengan fitur lebih mewah dibanding yang ada di Indonesia, mesinnya pun memiliki kapasitas yang lebih tinggi.

Ternyata karoseri Laksana bukan pertama kalinya melakukan ekspor bus besutannya. Sebab sebelumnya karoseri ini sudah mengekspor 200 unit armada busnya ke Fiji dan Timor Leste. Untuk dalam negeri bus buatan pabrik karoseri Laksana telah digunakan untuk armada TransJakarta.

Baca juga: Ekspor Seribu Bus ke Bangladesh, CV Laksana Torehkan Penjualan Bus Terbanyak di Indonesia

Bahkan bus-bus produksi CV Laksana sudah memiliki sertifikat keamanan dari Eropa setelah perusahaan berkolaborasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan sejumlah universitas di Indonesia dalam pengembangan standar keamanan bus.