Empat Bandara di Belanda Bersiap Manfaatkan Energi Angin

Sumber: airport-technology.com

Pada bulan Agustus kemarin, sebuah perusahaan penerbangan asal Belanda, Royal Schiphol Group menandatangani surat kesepakatan kerja sama dengan perusahaan energi, Eneco untuk mengoperasikan semua bandaranya dengan menggunakan energi terbarukan berbasis angin, terhitung sejak tahun 2018 mendatang. Ide tersebut merupakan yang pertama bagi sebuah perusahaan penerbangan, dan kesepakatan tersebut akan membantu mempercepat pengembangan produksi listrik berkelanjutan di Belanda.

Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Manfaatkan Energi Terbarukan, Bandara Oslo Jadi Yang “Terhijau” di Dunia

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (15/11/2017), per 1 Januari 2018, Bandara Amsterdam Schiphol, Bandara Rotterdam The Hague, Bandara Eindhoven, dan Bandara Lelystad akan mulai menggunakan tenaga angin untuk memenuhi semua kebutuhan listriknya. Bandara-bandara tersebut akan ‘memanen’ sumber tenaganya dari peternakan angin yang dibangun di negara ini. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Eneco akan memasok sekitar 200GWh energi terbarukan ke bandara, setara dengan kebutuhan listrik dari 60.000 rumah tangga di Negeri Belanda.

Tenaga surya merupakan sumber daya bandara berkelanjutan yang banyak diminati di seluruh dunia, sementara tenaga angin sejauh ini tidak begitu populer. Kontrak 15 tahun yang disepakati antara dua belah pihak menandakan, alih-alih menarik kekuatan dari grid yang ada, Royal Schiphol Group malah akan berkontribusi pada perkembangbiakan peternakan angin di Belanda. “Yang menjadi fokus utamanya adalah ambisi kami untuk menyabet predikat netral karbon pada tahun 2040,” ungkap juru bicara Royal Schiphol Group, Hans van Kastel. “Dan beralih ke sumber energi angin 100% yang berkelanjutan adalah langkah selanjutnya untuk mewujudkan ambisi tersebut,” imbuhnya.

Hans menyebutkan ada beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh Royal Schiphol Group dalam upaya untuk menggunakan sumber daya berkelanjutan tersebut, namun sesungguhnya tantangan terbesar dalam pengaplikasiannya akan dihadapi oleh partnernya, Eneco. “Sesuai dengan kontrak yang kita sepakati bersama, mereka (Eneco) perlu membangun kincir angin baru untuk memasok energi yang kita butuhkan. Dan ya, kami yakin bandara lain bisa mencapai hal yang sama,” papar Hans.

Baca Juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Keempat bandara Belanda yang dipilih, bagaimanapun, tidak akan menjadi bandara berkelanjutan pertama di dunia. Ya, Galapagos Ecological Airport, dibuka pada tahun 2012 merupakan bandara pertama di dunia yang menggunakan energi terbarukan. Bandara tersebut mengambil 100% energinya dari kombinasi panel surya dan peternakan angin. Sejak saat itu, Bandara Internasional Cochin di India telah menjadi bandara pertama di dunia yang hanya beroperasi untuk tenaga surya, diikuti oleh Bandara George di Afrika Selatan.