Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi

0

Menikmati kota Garut dari Jakarta dengan menggunakan kereta api sepertinya bukan mimpi lagi. Sebab setelah mati suri hampir empat dekade jalur kereta api terusan dari Cibatu menuju Garut kota tengah dalam reaktivasi.

Baca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman

Diketahui, reaktivasi jalur ini sudah mencapai 9,5 km dari 19,7 km target awal PT Kereta Api Indonesia (KAI). Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya berharap reaktivasi jalur ini hingga akhir 2019 sudah mencapai Garut dan awal 2020 sudah bisa digunakan.

Edi mengatakan, adanya pemanfaatan kembali jalur lama kereta api ini adalah upaya pemerintah untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Dia menambahkan, nantinya setelah jalur mulai beroperasi akan ada dua kelas keberangkatan yaitu kelas ekonomi dan bisnis.

Namun tidak menutup kemungkinan menghadirkan kelas eksekutif jika dibutuhkan. Tetapi PT KAI belum menjelaskan secara rinci tarif tiket jalur ini dikarenakan masih merampungkan reaktivasi jalur.

Selain itu untuk tahap pertama, kereta di jalur yang tengah direaktivasi tersebut akan mulai mengular dari Garut menuju ke Bandung, sedangkan dari Garut ke Jakarta masih diupayakan pihak KAI. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Stasiun Garut dibuka secara resmi tahun 1930 dan punya bangunan yang mirip dengan Stasiun Karawang dan Rambipuji.

Bangunan ini didirikan setelah adanya pembangunan Jalan Rel Cilacap-Cicalengka via Cibatu yang dibangun tahun 1889 dan lintasan atau jalan Sampingan Garut-Cikajang tahun 1926 silam. Menjadi stasiun kereta api nonaktif kelas II, Stasiun Garut terletak di Pakuon, Garut Kota yang tepatnya di persinggungan Ujung Bank dan Jalan Veteran.

Stasiun ini letaknya tertinggi di pulau jawa yakni 1200 meter di atas permukaan laut. Hal ini membuat lokomotif yang melewati jalur ini pada masa jayanya merupakan lokomotif kuat seperti CC50.

Dahulu, saat masih aktif hingga tahun 1980-an, stasiun ini selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api. Sayangnya Stasiun Garut tutup tahun 1983 silam dikarenakan sarana yang sudah tua dan kalah saing dengan mobil pribadi maupun transportasi umum lainnya.

Selain itu PJKA juga mengalami kerugian karena penumpang yang coba-coba naik kereta secara gratis. Stasiun Garut pada masa penjajahan pernah diserang oleh Belanda tahun 1947 dan membuat infrastruktur jaur menjadi rusak dan harus direnovasi.

Baca juga: Tragedi Garut Tegaskan Banyak Titik Rawan Longsor di Sepanjang Jalur Kereta di Tanah Pasundan

Spot di jalur ini sebenarnya sangat indah, sehingga menarik perhatian para railfans dari luar negeri untuk menyaksikan aksi lokomotif uap di jalur ini. Selama masa-masa nonaktifnya, stasiun ini sempat dijadikan kantor sekretariat ormas dan emplasemennya berubah menjadi pasar.

Kini setelah adanya reaktivasi untuk menghidupkan jalur Cibatu ke Garut, bangunan stasiun pun mengalami renovasi total. Bahkan emplasemennya mengalami perombakan besar-besaran.

Leave a Reply