Empat Hal Aneh yang Hanya di Bandara Beirut Lebanon, Nomor Dua Kebangetan!

0
Salah satu pesawat dari maskapai nasional Lebanon tengah parkir di Bandara Internasional Rafic Hariri (BEY) di Beirut Lebanon. Foto: beirut-airport.com

Bandara Internasional Rafic Hariri (BEY) di Beirut Lebanon dilaporkan tetap beroperasi pasca ledakan besar yang terjadi di kawasan pelabuhan negara tersebut, sekalipun terdapat beberapa kerusakan di area luar bandara.

Baca juga: Tujuh Alasan Lebanon Wajib Dikunjungi, Nomor 4 Bikin Anda Tak Mau Pulang

Namun, terlepas dari hal itu, Bandara Lebanon bukan sama sekali tak bermasalah, bukan karena kondisi Lebanon terkini yang luluh lantak, melainkan karena tarik ulur kekuasaan berbalut politik yang cukup kental di negara berjuluk Paris of the Middle East (Paris dari Timur Tengah) ini.

Berbagai masalah itu pada akhirnya membuat sejumlah keanehan di bandara yang berjarak sekitar 12 km lebih dari pusat ledakan di pelabuhan Beirut itu. Dirangkum dari lorientlejour.com, berikut empat hal aneh yang hanya ada di BEY.

1. Diolah empat departemen di bawah tiga kementerian
Secara umum, pimpinan tertinggi di BEY dipimpin oleh Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri. Namun, di balik itu, campur tangan dari kementerian lainnya jadi bikin rumit. Kementerian Pertahanan bertugas mengawasi tentara yang bertugas.

Sebelum lebih jauh membahas, perlu diketahui, di bawah Airport Security Service, komando tertinggi kedua bandara ada di tangan tentara Lebanon. Oleh karenanya, tentara tersebut bertanggungjawab langsung ke Kementerian Pertahanan.

Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi mengawasi lalu lintas udara dan keamanan penerbangan sipil, Kementerian Keuangan menggerakkan bea cukai, serta Kementerian Dalam Negeri fokus pada keamanan.

Akan tetapi, Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri selaku pimpinan tertinggi tidak mempunyai wewenang langsung memerintah -kecuali ke satu kementerian yang sama- melainkan harus melalui tentara yang berada tepat di bawahnya. Tentara tersebut kemudian dapat memerintah langsung lima departemen di bawahnya.

Namun, tidak demikian dengan departemen lainnya yang hanya bisa diperintah langsung oleh kementerian masing-masing. Polisi bandara dan General Security di bawah Kementerian Dalam Negeri, bea cukai oleh Kementerian Keuangan. Adapun airport guard dan petugas pemadam kebakaran bandara tak jelas di bawah wewenang siapa sehingga bisa diperintah oleh siapapun, khususnya oleh tentara.

2. Tiap hari rebutan kekuasaan
Ribut dan adu mulut sudah sangat lumrah di BEY. Penyebabnya, apalagi kalau bukan struktur organisasi yang rumit. Betapa tidak, peraturan yang diterapkan di bandara sangat tidak sinkron antar kementerian yang berwenang karena memiliki kepentingan masing-masing. Salah satu pihak yang kerap bentrok adalah tentara dengan polisi bandara.

3. Masalah antar departemen dan pimpinan
Banyaknya ‘tangan’ yang bermain benar-benar membuat kacau bandara. Bayangkan, Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri selaku pimpinan tertinggi tak bisa berbuat apapun. Sebaliknya, perwira tentara yang ditugaskan juga tak bisa berbuat banyak ketika departemen di bawahnya melakukan pelanggaran.

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Ketika pelanggaran terjadi, departemen itu akan langsung dihadapkan dengan kementerian yang menugasinya. Tentu saja kementerian yang bersangkutan akan membelanya dan oknum-oknum curang pun akan melenggang bebas tanpa bisa dibendung dalam konteks lingkup tugas dan tanggungjawab di bandara.

4. Potensi konflik berkepanjangan
Dengan rumitnya struktur organisasi sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, potensi konflik tak akan pernah terhindarkan selama masing-masing perpanjangan tangan dari kementerian punya agenda tersendiri dan saling menjebak satu sama lain.

Leave a Reply