Enanthem (Ruam di Mulut) Bisa Jadi Pertanda Adanya Virus Corona

0
ilustrasi ruam mulut

Menikmati perjalanan dengan kondisi sakit memanglah tak disarankan saat pandemi virus corona atau Covid-19. Meskipun hanya ruam-ruam di tubuh atau pun di mulut karena akan mengganggu perjalanan dan bisa menjadi salah satu tanda adanya virus dalam tubuh.

Baca juga: Ruam Pada Jari Kaki Bisa Jadi Gejala Covid-19, Tapi Jangan Langsung Panik

Sebab sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ruam, kulit yang tidak terdaftar dalam Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merupakan tanda virus yang mematikan. Dilansir KabarPenumpang.com dari foxnews.com (21/7/2020), penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Dermatology mencatat bahwa enanthem atau luka mirip ruam kulit dalam mulut seseorang diamati pada beberapa pasien dengan Covid-19. Para pasien ini dari 21 orang yang berusia 40 hingga 69 tahun, enam diantaranya pasien Covid-19 dan empat diantaranya adalah perempuan.

“Pekerjaan ini menggambarkan pengamatan awal dan dibatasi oleh sejumlah kecil kasus dan tidak adanya kelompok kontrol. Terlepas dari meningkatnya laporan ruam kulit pada pasien dengan Covid-19, menegakkan diagnosis etiologis merupakan tantangan. Namun, kehadiran enanthem adalah petunjuk kuat yang menyarankan etiologi virus daripada reaksi obat, terutama ketika pola petekie diamati,” tulis peneliti dari Rumah Sakit Universitas Ramon y Cajal di Madrid.

Mereka menambahkan, banyak pasien yang diduga atau dikonfirmasi Covid-19 tidak diperiksa rongga mulutnya karena masalah keamanan. Apalagi fakta bahwa pasien menggunakan masker dan mungkin gejala ini ada pada mereka.

Untuk diketahui, ruam dibagi menjadi empat kategori berbeda dan para peneliti menyebutkannya yakni petechial, macular, macular dengan petechiae, atau erythematovesicular. Para peneliti menjelaskan bahwa enanthems sebelumnya diidentifikasi pada beberapa pasien Covid-19 di Italia.

Pada bulan Juni, CDC menambahkan hidung tersumbat atau pilek, mual, dan diare ke daftar gejala Covid-19 yang sedang berlangsung. Pada bulan April, sekelompok ilmuwan terpisah di Spanyol menemukan lesi pada kaki yang mereka katakan mungkin terkait dengan virus corona.

Baca juga: Lewat Mata, ‘Pintu’ Masuk Penyebaran Covid-19 Lebih Cepat

Seorang juru bicara CDC menunjuk ke daftar gejala yang terkait dengan Covid-19 dan tidak mengomentari penelitian ini. Hingga Senin pagi, lebih dari 14,5 juta kasus virus korona telah didiagnosis di seluruh dunia, lebih dari 3,7 juta di antaranya berada di AS, negara yang paling terkena dampak di planet ini.

Leave a Reply