Evakuasi Terhambat Penumpang Egois, Dua Awak Kabin Sukhoi SJ100 Aeroflot Tunjukan Heroisme Sejati

Tatyana Kasatkina (kiri) dan Maxim Moiseev (kanan). Sumber: foxnews.com

Terbakarnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Bandara Sheremetyevo, Moskow pada Minggu (5/5/2019) kemarin memang menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban – baik korban luka maupun jiwa. Namun di balik kisruh isu yang melatarbelakangi terbakarnya pesawat narrow-body ini, ada kisah heroik dari dua korban tewas pada insiden yang menimpa maskapai Aeroflot nahas ini.

Baca Juga: Sukhoi SJ100 Aeroflot Jatuh di Moskow, Akankah Pengaruhi Rencana Akuisisi Merpati Airlines?

Sebelumnya, Aeroflot SSJ100 dengan tujuan Murmansk ini memboyong 78 penumpang dan lima awak kabin. Namun tak berselang lama setelah pesawat mengudara, pilot meminta ijin kepada Bandara Sheremetyevo untuk melakukan pendaratan darurat karena mengalami masalah teknis. Hentakan yang cukup kuat ketika pendaratan darurat tersebut disinyalir sebagai titik dimana bunga api tercipta dan menyambar bahan bakar yang diduga tumpah saat rough landing.

Menteri Transportasi Rusia, Yevgeny Dietrich menyebutkan bahwa petugas darurat di lapangan yang membantu proses evakuasi menemukan 41 jenazah dari dalam tubuh pesawat – dimana kebanyakan dari jenazah ini berada dalam kondisi mengenaskan akibat terbakar. Di antara sejumlah jenazah yang ada, Yevgeny menyebutkan bahwa salah satunya adalah seorang awak kabin yang bernama Maxim Moiseev.

Maxim Moiseev sendiri ditemukan di bagian belakang pesawat dan tetap memilih berada di dalamnya bahkan ketika si jago merah melalap bagian belakang pesawat. Menurut salah satu narasumber yang menjadi saksi dari kejadian nahas ini mengatakan bahwa Maxim tampak berusaha untuk membuka pintu darurat ketika akses menuju bagian depan tersendat – guna mempercepat proses evakuasi.

“Ia mencoba untuk membuka pintu darurat guna mempercepat proses evakuasi, padahal bagian belakang pesawat sudah terbakar,” ujarnya.

Sumber: foxnews.com

Kendati upaya yang dilakukan oleh Maxim ini gagal, namun ia tetap mengupayakan agar setiap penumpang bisa selamat – kendati nyawa Maximlah yang menjadi bayarannya.

“Ia membiarkan tubuhnya terbakar agar penumpang bisa keluar dengan cepat,” tandasnya.

Tidak hanya Maxim saja, sebuah penghormatan juga diberikan kepada awak kabin lainnya, Tatyana Kasatkina. Tatyana lebih mementingkan keselamatan para penumpangnya ketimbang dirinya sendiri. Terbukti saat ia lebih memilih untuk berada di atas pesawat yang terbakar untuk membantu proses evakuasi ketimbang turun ke darat guna menyelamatkan diri. Tatyana dikabarkan membantu proses evakuasi dengan cara meraih kerah dari setiap penumpang dan melemparkannya ke arah perosotan darurat.

Baca Juga: Apa Yang Terjadi Jika Pesawat Anda Tersambar Petir?

Namun menurut sebuah foto yang dipajang pada laman iheartcabincrew.com, tampak beberapa penumpang membawa barang bawaan mereka sembari berjalan meninggalkan pesawat yang terbakar. Diindikasikan para korban yang meninggal ini tidak bisa dievakuasi karena tersendat oleh penumpang yang berada di baris depan yang berusaha untuk menyelamatkan barang bawaannya.

Sumber: iheartcabincrew.com

Hipotesa ini didukung oleh sebuah petisi yang menyerukan hal serupa yang dibuat dilaman Change.org

Semua penumpang dan awak pesawat yang berada pada bagian belakang pesawat terbakar hidup-hidup. Sejumlah penumpang, termasuk “penumpang berukuran besar”, menghalangi lorong sehingga menyebabkan penundaan proses evakuasi yang substansial ketika mereka berhenti untuk mengambil tas punggung dan tas jinjing dari bagasi kabin.”

Itulah petisi yang tersiar luas di laman change.org yang intinya meminta untuk mengganti prosedur evakuasi.