Fakta! Titanic Saat Kecelakaan Ternyata Tak Punya Cukup Sekoci untuk Selamatkan Penumpang

0
Kapal Titanic (Wikipedia)

Sepertinya ketika membahas kapal Titanic tak akan ada habisnya. Bahkan seperti tak cukup sampai dibuatkan filmnya. RMS Titanic sendiri adalah kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Laut Atlantik Utara karena menabrak sebuah gunung es. Kapal ini meninggalkan Southampton pada 10 April 1912 yang berlayar ke arah barat menuju New York.

Baca juga: 1 September 1985, Bangkai Kapal Titanic Ditemukan, Banyak Barang Masih Utuh

Namun kapal yang dikatakan tidak akan pernah tenggelam ini, nyatanya tenggelam pada 14 April 1912 silam karena menabrak sebuah gunung es. KabarPenumpang.com menghimpun dari wikipedia.com, Titanic saat menabrak juga tergesek gunung es dan membuat lambung kapal melengkung ke dalam serta merobek lima dari 16 kompartemen kedap air. Pada perjalanannya yang berakhir tenggelam, kapal ini mengangkut penumpang yang bisa dikatakan bukan orang biasa.

Pasalnya sejumlah orang terkaya di dunia menjadi penumpangnya dan lebih dari seribu imigran dari Britania Raya, Irlandia, Skandinavia dan beberapa negara lain ada di kapal ini untuk mencari kehidupan baru di Amerika. Karena penumpangnya lebih banyak orang kaya, maka kapal Titanic dirancang senyaman dan semewah mungkin dengan dilengkapi berbagai fasilitas seperti gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas hingga kabin mewah.

Tak hanya itu, salah satu kapal mewah di masa lalu tersebut memiliki telegraf nirkabel mutakhir yang dioperasikan untuk keperluan penumpang dan operasional kapal. Bahkan mempunyai perlengkapan keamanan yang maju seperti kompartemen kedap air dan pintu kedap air yang bisa dioperasikan dari jarak jauh.

RMS Titanic mampu mengangkut penumpang hingga 2.224 penumpang. Namun, meski begitu kapal ini tidak memiliki sekoci yang cukup untuk menampung seluruh penumpang kapal. Sebab regulasi keamanan laut yang kuno membuat Titanic hanya memiliki sekoci yang mampu menampung 1.178 penumpang. Bisa dikatakan, hal inilah yang mengakibatkan banyaknya korban meninggal saat Titanic terbelah dua dan tenggelam. Sebab saat itu tidak banyak penumpang selamat yakni diantaranya 710 penumpang selamat diangkat dari sekoci oleh RMS Carpathia beberapa jam kemudian.

Sedangkan 1.517 orang lainnya tidak selamat dan kebanyakan meninggal disebabkan hipotermia. Ini karena banyak penumpang serta awak yang terjun ke laut di mana air laut saat itu -2°C. Musibah ini ditanggapi dengan keterkejutan dan kemarahan dunia atas jumlah korban yang besar dan kegagalan regulasi dan operasi yang terjadi serta sekoci dan alat kelengkapan penyelamatan lainnya yang tidak memadai.

Penyelidikan publik di Britania dan Amerika Serikat mendorong perbaikan besar-besaran keselamatan laut. Salah satu warisan terpenting dari bencana ini adalah penetapan Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut (SOLAS), yang masih mengatur keselamatan laut sampai sekarang. Banyak korban selamat kehilangan seluruh kekayaan dan harta benda mereka dan menjadi miskin, banyak keluarga, terutama keluarga awak kapal dari Southampton, kehilangan sumber nafkah utamanya.

Baca juga: Setelah Lebih dari Satu Abad, Gunung Es yang Bikin Kapal Titanic Tenggelam Akhirnya Terungkap!

Mereka semua dibantu oleh banjirnya simpati dan sumbangan amal dari masyarakat. Beberapa pria yang selamat, terutama kepala White Star Line, J. Bruce Ismay, dicela sebagai pengecut karena meninggalkan kapal ketika penumpang lain masih di atasnya dan mereka diasingkan oleh publik. Titanic memiliki panjang 269,06 meter dengan lebar maksimum 28,19 meter. Tinggi keseluruhannya, diukur dari dasar lunas ke puncak anjungan, adalah 32 meter. Kapal ini berbobot 46.328 ton daftar bruto dan dengan daya muat 10,54 meter, kapal ini berbobot total 52.310 ton.

Leave a Reply