Flash Mobile, Marka Lalu Lintas Untuk Pengemudi Yang Mencoba Berponsel di Jalan Raya

Flash Mobile (Daily Mail)

American Automobil Association pada tahun 2015 silam pernah menyebut, bahwa angka 60 persen kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya terkait dengan penggunaan ponsel. Tak hanya di Amerika Serikat, tren tersebut juga meningkat secara global, termasuk juga di Indonesia. Berangkat dari kasus tersebut, sejumlah solusi telah dihadirkan untuk menekan kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi yang hilang konsentrasi akibat menggunakan ponsel. Salah satu terobosan baru meluncur di Inggris, yakni dengan pemasangan rambu lalu lintas yang ‘berisi’ peringatan khusus bagi pengemudi yang mencoba-coba telepon atau chatting dalam mengendara.

Marka jalan (lalu lintas) ini bernama Flash mobile yang berguna untuk memperingatkan pengemudi jika menggunakan telepon genggamnya saat berkendara. KabarPenumpang.com melansir dari dailymail.co.uk (11/10/2017), flash mobile akan hadir dan diluncurkan akhir bulan Oktober 2017 ini. Para peneliti di bagian sistem keamanan lalu lintas Westcotec mengklain bahwa tanda jalan baru ini ini bisa mengidentifikasi kapan pengendara menggunakan telepon mereka untuk menelepon, mengirim pesan ataupun berselancar di media sosial.

Baca juga: 10 Peraturan Lalu Lintas Unik Ini Siap Membuat Anda Kernyitkan Dahi

Tanda ini terdiri dari lingkaran merah yang ditengahnya ada gambar teleppon genggam berwarna putih dan tersilang garis diagonal yang menandakan dilarang menggunakan telepon genggam. Saat ini sejumlah otoritas lokal sudah menggunakan tanda ini untuk memperingatkan pengemudi bahwa mereka mungkin akan melaju kencang.

Menurut perusahaan pembuat sistem pada tanda jalan ini bisa memindai sinyal untuk jaringan 2G, 3G dan 4G. Sensornya sendiri dilekatkan pada papan LED yang menyala untuk memperingatkan pengemudi.

Tanda jalan yang dilengkapi sistem sensor ini juga mampu mendeteksi pengemudi yang menggunakan bluetooth untuk mengoperasikan sistem hands free. Juru bicara Westcotec mengklaim jika seorang penumpang mengaktifkan tanda tersebut tidak ada masalah. Karena semua bagian dari proses pembelajaran dan sistem ini juga belum terhubung pada kamera apapun milik penegak hukum.

“Perangkat ini murni terkait dengan pendidikan, peringatan pengemudi dan bisa mengenali kapan pengemudi menggunakan telepon genggamnya. Ini adalah sistem pertama yang memiliki interaksi langsung dengan pengguna ponsel,” ujar juru bicara tersebut.

Baca juga: Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara

Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum menghubungkan sistem larangan menggunakan ponsel ini dengan jaringan ke penegak hukum, namun ada rencana kedepannya untuk mewujudkan hal tersebut. Menurutnya, sistem ini tanpa keraguan, dimana kekuatan lampu LED yang diaktifkan dapat mengidentifikasi pengemudi dan hanya menyala saat pengendara menggunakan telepon genggamnya.

“Sebagian besar aktivasi akan berhubungan dengan driver, dan kami tidak melihat masalah saat penumpang mengaktifkan tanda tersebut. Sebenarnya, itu semua adalah bagian dari pesan edukasi. Sistem ini diharapkan diterapkan di Norfolk akhir bulan ini, dimana polisi Inggris telah mengekspresikan ketertarikannya pada sistem ini.