Fokker F-28, Pernah Menjadi Tulang Punggung Armada Garuda Indonesia

0

Usia maskapai nasional Garuda Indonesia Airlines kini telah menapaki 68 tahun. Dari perjalan lebih dari setengah abad melayani penerbangan domestik dan internasional, terbesit pertanyaan dari warganet, sudah berapa jenis pesawat yang pernah dioperasikan Garuda Indonesia sepanjang pengadiannya? Kemudian pertanyaan mengerucut, jenis pesawat apa yang paling banyak digunakan? Pertanyaan tentang sejarah pesawat selalu menarik, khususnya terkait armada yang memperkuat flagship airlines.

Baca juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Dan tahukah Anda, bahwa jumlah pesawat terbanyak yang pernah dioperasikan Garuda Indonesia justru bukan dipasok oleh manufaktur seperti Boeing, McDonnel Douglas atau Airbus. Armada pesawat terbanyak Garuda Indonesia justru dipasok oleh manufaktur asal Belanda, Fokker. Garuda Indonesia dalam sejarahnya pernah menggunakan pesawat turbopropeller Fokker F-27 (1969) dan jet Fokker F-28 Fellowship (1971 – 2001). Nah yang disebut terakhir F-28, menjadi pesawat dengan unit terbanyak yang pernah digunakan dalam sejarah perjalanan Garuda Indonesia, bahkan beberapa orang menyebut Fokker F-28 menjadi tulang punggung Garuda Indonesia di periode tersebut.

Dari segi desain, Fokker F-28 mirip Douglas DC-9 yang juga dioperasikan Garuda Indonesia (1969 – 1989) namun dengan fuselage lebih pendek. Dalam sejarahnya GIA pernah mengoperasikan 3 versi F28, yaitu Mk1000, Mk3000 dan Mk4000. Fokker F-28 diluncurkan pada tahun 1962, pesawat ini merupakan hasil kerja dari aliansi yang terdiri dari Fokker dari Belanda, MBB dan Fokker-VFW dari Jerman serta Short Brother dari Inggris.

Sejumlah 62 pesawat Fokker F-28 dalam 3 versi pernah diterbangkan Garuda Indonesia sejak September 1971 hingga 5 April 2001. Garuda Indonesia adalah perusahaan penerbangan di dunia yang pernah paling banyak mengoperasikan Fokker F-28. Pada tahun 1968, Direktur Garuda Indonesia Airways, Wiweko Soepono berkeinginan pesawat Garuda Indonesia dapat menyinggahi semua kota-kota di Indonesia dalam satu hari penerbangan. Wiweko menjual pesawat DC-8 dan menggantinya dengan 12 pesawat Fokker F-27 yang bermesin turboprop dengan pertimbangan kemudahan transisi pilot Garuda menuju Fokker F-28.

Pembelian Fokker F-28 untuk Garuda Indonesia dimulai tahun 1969-1970. Sejumlah 8 calon pilot, 2 calon co-pilot, dan seorang juru mesin dikirim ke Amsterdam untuk menjalani pelatihan. Pesawat Fokker F-28 pertama untuk Garuda Indonesia (PK-GJZ) diterbangkan dari Bandar Udara Schipol, Amsterdam menyinggahi Teheran, Karachi, Kalkuta, Bangkok, dan sampai di Bandar Udara Kemayoran, Jakarta pada 11 Agustus 1971 pukul 10 pagi. Sebelum dioperasikan, pesawat Fokker F-28 pertama Garuda Indonesia dibawa berkeliling Indonesia untuk uji coba landasan selama 5 hari. Pesawat tersebut ternyata mampu mendarat di semua bandar udara di kota-kota besar di Indonesia, hingga bandara berumput dan berkerikil.

Baca juga: DC-10 30, Kenangan Pesawat Trijet Jarak Jauh di Era Keemasan Garuda Indonesia

Pada awal 1980-an, sejumlah 17 Fokker F-28 MK-3000 dihibahkan kepada Merpati Nusantara, sedangkan pesawat sisanya dihapus dari armada Garuda Indonesia pada 5 April 2001 untuk digunakan oleh Citilink.

Fokker F-28 Citilink

Meski disebut Garuda Indonesia pernah mengoperasikan 62 unit Fokker F-28, namun bukan berarti Garuda Indonesia membeli sebanyak itu, karena pada F-28 ser MK-3000 dibeli lewat tukar-tambah dengan MK-1000. Sehingga jumlah pesawat yang Garuda Indonesia yang dibeli adalah 34 unit.

Leave a Reply