Gandeng Gudang Garam, PT Angkasa Pura I Bangun Bandara “Dhoho” di Kediri

12
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta

PT Angkasa Pura I hari ini menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT Gudang Garam Tbk, terkait rencana kerja sama pembangunan Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur. Angkasa Pura I sebagai pemilik lisensi badan usaha bandar udara (BUBU) dari Kementerian Perhubungan akan bekerja sama dengan Gudang Garam melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha berdasarkan prakarsa oleh badan usaha (unsolicited).

Baca juga: Ikuti Seleksi Pengelolaan Bandara Hang Nadim, Angkasa Pura I Gandeng Incheon dan WIKA

Pembangunan Bandara di Kediri ini dipandang potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur. Maka seiring dengan perkembangan dan potensi tersebut, bandara di Kediri ini dapat menjadi alternatif bandara yang akan dapat menjadi gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan dan lain lain.

Bandara Kediri direncanakan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain Bandara Juanda Surabaya. Di tahun 2019 yang lalu, tercatat Bandara Juanda telah melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan trafik pesawat mencapai 129 ribu pergerakan pesawat dan kargo mencapai 88,4 juta kilogram.

Dikutip dari siaran pers Angkasa Pura I, disebutkan Bandara Dhoho akan dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jarak Desa Grogol ke Pusat Kota Kediri sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Sementara jarak dari Bandara Juanda Sidoarjo sekitar 120 km dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam perjalanan via jalan tol. Sedangkan jarak dari Bandara Abdurahman Saleh Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 3 hingga 4 jam.

Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi bersama Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta di Jakarta, Selasa (10/3) siang.

Baca juga: Cegah Coronavirus, Angkasa Pura I Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Asal Cina

“Kami sangat antusias dapat menuangkan suatu rencana kerja sama yang baik antara Angkasa Pura I dengan Gudang Garam terkait pengelolaan Bandara Dhoho di Kediri di Jawa Timur. Pembangunan Bandara Dhoho Kediri sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Internasional Juanda di Jawa Timur,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi. Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta mengatakan, “Investasi ini merupakan investasi jangka panjang dan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pengembangan wilayah Jawa Timur.”

*

12 COMMENTS

  1. Pembangunan Bandara Dhoho Kediri sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Internasional Juanda di Jawa Timur

    • PT Angkasa Pura 1 melakukan kerja sama dengan PT Gudang Garam TBK terkait rencana pembangunan Dhoho Kediri di Jawa Timur, Bandara Dhoho di Kediri di rencanakan menjadi Proyek Strategis Nasional dan di pandang dapat menjadi alternatif penerbangan setelah bandara di Jawa timur

      Saran untuk pembangun bandara Dhoho:
      Adanya moda transportasi yang dapat membantu konsumen dalam menggunakan bandara Dhoho yang akan dibangun ini, dan mudahnya akses perjalanan menuju ke bandara Dhoho yang akan dibangun ini.

  2. Tarokan Kabupaten Kediri. Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi bersama Direktur PT Gudang Garam Tbk.

  3. ABandara Kediri direncanakan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain Bandara Juanda Surabaya. Dikutip dari siaran pers Angkasa Pura I, disebutkan Bandara Dhoho akan dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

  4. PT Angkasa Pura 1 melakukan kerja sama dengan PT Gudang Garam TBK terkait rencana pembangunan Dhoho Kediri di Jawa Timur, Bandara Dhoho di Kediri di rencanakan menjadi Proyek Strategis Nasional dan di pandang dapat menjadi alternatif penerbangan setelah bandara di Jawa timur

    Saran untuk pembangun bandara Dhoho:
    Adanya moda transportasi yang dapat membantu konsumen dalam menggunakan bandara Dhoho yang akan dibangun ini, dan mudahnya akses perjalanan menuju ke bandara Dhoho yang akan dibangun ini.

  5. Angkasa Pura I sebagai pemilik lisensi badan usaha bandar udara (BUBU) dari Kementerian Perhubungan akan bekerja sama dengan Gudang Garam melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha berdasarkan prakarsa oleh badan usaha (unsolicited). Dikutip dari siaran pers Angkasa Pura I, disebutkan Bandara Dhoho akan dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi bersama Direktur PT Gudang Garam Tbk.

  6. Pembangunan Bandara di Kediri ini dipandang potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur, bandara di Kediri ini dapat menjadi alternatif bandara yang akan dapat menjadi gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan dan lain lain.
    tercatat Bandara Juanda telah melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan trafik pesawat mencapai 129 ribu pergerakan pesawat dan kargo mencapai 88,4 juta kilogram.
    M Daffa Anandika
    180505011196 yg

  7. Terkait rencana kerja sama pembangunan Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur. Pembangunan Bandara di Kediri ini dipandang potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur. Bandara Kediri direncanakan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain Bandara Juanda Surabaya.

  8. Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun.

  9. Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun.

  10. Pembangunan Bandara di Kediri, Jawa Timur dipandang potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur. Pembangunan ini dilakukan oleh PT Angkasapura I sebagai pemilik lisensi badan usaha bandar udara (BUBU) dari Kementerian Perhubungan dan akan bekerja sama dengan Gudang Garam melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha berdasarkan prakarsa oleh badan usaha (unsolicited).

  11. Pada tahap awal,Bandara Dhoho kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun.

Leave a Reply