Tiket kereta cepat Whoosh, mulai kemarin resmi dapat dipesan di online travel agent internasional Trip.com. Kemitraan ini diyakini dapat meningkatkan jumlah penumpang internasional kereta cepat Whoosh secara signifikan, terutama penumpang internasional asal Asia Tenggara.
Baca juga: Mulai Januari 2026, Trip.com Jual Tiket Kereta Cepat Whoosh
“Peluncuran ini mewujudkan visi kerja sama menjadi aksi nyata,” ujar Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia. “Dengan mengintegrasikan Whoosh, kami membuka akses yang lebih luas terhadap keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia. Dengan lebih dari 400.000 penumpang internasional yang telah menggunakan layanan Whoosh sepanjang 2025, kami optimistis jangkauan global Trip.com akan semakin mempercepat pertumbuhan pengguna Whoosh dari pasar global pada 2026,” tambahnya.
Meski tak menyebut angka secara pasti, ia meyakini bahwa pihaknya dapat menarik lebih banyak penumpang internasional kereta cepat Whoosh dari Singapura dan Malaysia. Saat ini, wisatawan mancengara yang naik Whoosh asal kedua Negeri Jiran tersebut sudah mencapai 380.000.
Global Commercial Head, International Train Business, Trip.com Group, Ian Luo, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) adalah yang pertama di Asia Tenggara. Ini akan menjadi awal dari ekspansi perusahaan yang juga satu grup dengan Skyscanner dan Ctrip itu di ASEAN.
“Kerja sama dengan Whoosh ini menjadi kemitraan pertama kami di Asia Tenggara dan menegaskan komitmen Trip.com dalam menghadirkan layanan kereta kepada pengguna di seluruh dunia. Bersama KCIC, kami ingin mempersembahkan Whoosh ke dunia, dan dunia ke Whoosh,” ungkapnya.
Baca juga: Tak Perlu Khawatir Terlambat Naik Whoosh, Ternyata Masih Bisa Reschedule, lho. Begini Caranya
Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, bahwa kemitraan dengan Trip.com tidak akan mengambil ceruk pasar pesanan via online travel agent yang sudah lebih dahulu bermitra. Justru sebaliknya, ia berharap, ada peningkatan pesanan online.
“Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan trip.com karena kami pikir menjadi online travel agent salah satu yang terbesar di dunia,” jelasnya.
“Kami target ada peningkatan 5 persen, kami justru ingin mengurangi 20 persen (pesanan offline) tadi. Jadi tidak menggerus pangsa pasar (80 persen pesanan online) yang ada,” tutupnya.
