Thursday, June 13, 2024
HomeAnalisa AngkutanGangguan LRT Jabodebek di Hari ke-3 Beroperasi, KAI: Tanggung Jawab INKA dan...

Gangguan LRT Jabodebek di Hari ke-3 Beroperasi, KAI: Tanggung Jawab INKA dan Adhi Karya

Gangguan operasional terjadi di hari ke-3 sejak LRT Jabodebek pertama kali diresmikan Presiden Jokowi Senin lalu. Kereta LRT Jabodebek rute Jati Mulya – Dukuh Atas beberapa kali tiba-tiba berhenti mendadak dan mati listrik.

Baca juga: Daftar 18 Stasiun LRT Jabodebek Terintegrasi Transjakarta-Mikrotrans, KRL, MRT Jakarta, KCJB, KA Bandara, Bus AKAP, Sampai Angkot

Kondisi itu diperparah dengan kereta dalam kondisi penuh sesak dan AC mati. Sudah begitu jendela di bagian tengah kereta tidak bisa dibuka secara manual kecuali jendela di bagian ujung kereta saja.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengungkapkan, gangguan pada operasional LRT hari ini terjadi akibat adanya masalah pada pintu kereta.

Saat ini, kereta yang bermasalah tersebut sudah dikirim kembali ke Dipo untuk dilakukan inspeksi oleh tim INKA dan KAI. Keterlibatan tim INKA pada gangguan hari ini karena tanggung jawab sarana, dalam hal ini kereta, masih dipegang oleh BUMN yang berbasis di Madiun tersebut.

“Hari ini ada gangguan pintu pada kereta LRT sehingga berdampak pada perjalanan kereta lainnya,” jelasnya lewat pesan singkat, Rabu (30/8/2023).

“Saat ini kereta yang mengalami gangguan sudah kami pindahkan ke Dipo untuk dilakukan evaluasi oleh tim INKA dan KAI apa penyebab gangguan, perawatan sarana LRT hingga saat ini masih di bawah tanggungjawab INKA, sehingga kami mengkoordinasikan penanganan sarana tersebut dengan tim INKA,” tambahnya.

Selain gangguan pada pintu kereta LRT, lanjut Kuswadoyo, gangguan perjalanan LRT rute Jati Mulya – Dukuh Atas hari ini juga disebabkan oleh matinya aliran listrik yang disebabkan gangguan TPSS listrik Stasiun Halim, yang notabene masih berada di bawah tanggung jawab Adhi Karya.

“Kemudian  gangguan lain yang terjadi di Halim dimana terjadi matinya aliran listrik yang disebabkan gangguan TPSS listrik, sehingga mengakibatkan gangguan operasional LRT. Saat ini kereta sudah berjalan normal dan kami sudah berkoordinasi,” ujarnya.

“Koordinasi dengan semua stakeholder terus kami lakukan agar operasional LRT Jabodebek bisa berjalan dengan baik. Kami mohon maaf atas gangguan yang terjadi pada perjalanan LRT hari ini dan mengakibatkan kekurang nyamanan bagi penggunajasa LRT Jabodebek,” tutupnya.

Sebelumnya, LRT Jabodebek rute Jati Mulya – Dukuh Atas tercatat tiga kali berhenti mendadak dan dua kali mati listrik, termasuk mati listrik saat tiba di Stasiun Halim. Gangguan dilaporkan terjadi di lebih dari satu rangkaian kereta, meskipun hal itu dibantah oleh pihak LRT dimana gangguan hanya terjadi di satu rangkaian/trainset.

Saat ini LRT Jabodebek mengoperasikan sebanyak 12 trainset/rangkaian kereta dan 158 perjalanan setiap harinya dengan tarif promo yang diberlakukan hingga akhir September 2023 sebesar Rp5.000 flat di seluruh lintas pelayanan.

Baca juga: Serambi Temu Dukuh Atas Dibuka, Penumpang LRT Jabodebek Bisa Lanjut Naik KRL-MRTJ-KA Bandara

LRT Jabodebek beroperasi mulai pukul 05.00 sampai 20.00 dengan jam keberangkatannya paling awal dari:

Jati Mulya ke Dukuh Atas pukul 05:00

Dukuh Atas ke Jati Mulya pukul 05:58

Harjamukti ke Dukuh Atas pukul 05:09

Dukuh Atas ke Harjamukti pukul 05:09

Sementara itu keberangkatan terakhir LRT Jabodebek saat ini dari:

Dukuh Atas ke Jati Mulya pukul 18:58

Jati Mulya ke Dukuh Atas pukul 18:00

Harjamukti ke Dukuh Atas pukul 17:49

Dukuh Atas ke Harjamukti pukul 17:49

Perjalanan LRT Jabodebek saat ini memiliki jarak waktu kedatangan antar kereta mencapai 20 menit hal tersebut dikarenakan frekuensi dan trainset yang dioperasikan masih terbatas mengikuti Grafik Perjalanan Kereta yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru