Ganti Armada Tua, Singapura Kembali Hadirkan Rangkaian MRT Terbaru dari Bombardier

Sumber: Business Insider Singapore

Demi melakukan peremajaan terhadap sejumlah armadanya yang sudah ‘berumur’, Singapore’s Land Transport Authority (LTA) telah menandatangani kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan penyedia armada kereta api kenamaan, Bombardier. Di sini, Singapore’s LTA berminat untuk mendatangkan 11 rangkaian kereta MRT anyar yang masing-masing mampu menarik enam gerbong.

Baca Juga: LTA Singapura Tambah 17 Rangkaian Metro MRT Untuk North East Line dan Circle Line

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (26/7/2018), armada baru ini nantinya akan menggantikan peran dari armada generasi pertama yang beroperasi di North-South and East-West Lines (NSEWL). Sebagai bocoran, kereta-kereta baru ini akan dirancang di Jerman dan dirakit di Changchun, salah satu fasilitas milik Bombardier yang ada di Cina. Ke-66 kereta ini pun diharapkan rampung dan dapat dikirim sebelum akhir tahun 2021 mendatang.

“Nantinya kereta akan melewati serangkaian uji coba sebelum akhirnya masuk ke dalam pelayanan komersial,” tutur wakil kepala eksekutif LTA Infrastructure and Development, Chua Chong Kheng. “Jaringan perkeretaapian yang sukses dan dan tahan lama sangat bergantung pada logistik dan dukungan teknis yang efisien, terjamin, dan juga dapat digunakan dalam jangka panjang. Di sini kami melihat rekam jejak dari Bombardier yang berpengalaman di bidangnya,” imbuhnya.

Adapun nilai kontrak yang terjalin diantara kedua belah pihak adalah sebesar US$800 juta atau yang setara dengan Rp11,5 triliun. “Dengan nilai tersebut, kami harap pihak Bombardier mampu melakukan revitalisasi jalur tertua yang kami miliki dan meningkatkan keandalan serta kemampuan dari jaringan perkeretaapian Singapura,” tutur Mr. Chua.

Adapun empat dari 11 rangkaian kereta anyar ini akan disematkan sistem Automatic Track Inspection (ATI), dimana pemasangannya memungkinkan operator memantau kereta tersebut secara real-time, memantau kelengkapan lintasan dan armada itu sendiri selama beroperasi.

Baca Juga: Singapura Uji Coba Sistem Blind Spot Pada 20 Bus

Tidak hanya sebatas menyediakan armada, namun isi dalam perjanjian kontrak antara Singapore LTA dan Bombardier juga mencakup dukungan layanan untuk armada baru ini selama 30 tahun mendatang.

Sebagai informasi tambahan, pihak Bombardier dan Singapore LTA ini sendiri telah menjalin kerja sama selama kurang lebih 30 tahun lamanya. Paling baru, pihak Singapura mendatangkan sejumlah armada nirawak baru yang nantinya akan ditempatkan di Downtown Line.