Garuda Indonesia Jajaki Adopsi Cloud Computing dan Artificial Intelligence dari Huawei

0
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Garuda Indonesia dan Huawei Tech Investment dilaporkan tengah menjajaki pengembangan teknologi dan IT infrastructure dalam memperkuat transformasi digital pada lini operasional dan layanan Garuda Indonesia. Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (perjanjian induk) antara kedua korporasi yang dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara bersama sama dengan President Director of Enterprise BG, Huawei Indonesia, Roger Zhang, di Jakarta, (15/5).

Baca juga: Gandeng Google Cloud, AirAsia Siap ‘Bertransformasi’

Adapun lingkup penjajakan kerja sama tersebut nantinya akan meliputi penyediaan platform Cloud Computing, penyediaan sistem kecerdasan buatan – Artificial Intelligence (AI), pengembangan teknologi warehouse & logistic system, hingga payment platform solution bagi seluruh lini usaha Garuda Indonesia Group dan afiliasinya.

Direktur Kargo dan Pengembangan Mohammad Iqbal dalam catatan tertulis mengungkapkan, “Penjajakan kerja sama pengembangan teknologi bersama Huawei Tech Investment kami harapkan dapat menunjang komitmen transformasi digital yang saat ini tengah dijalankan perusahaan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan layanan personalisasi pada pelanggan”.

“Hadirnya teknologi yang dikembangkan oleh Huawei Tech Investment seperti iCloud, Big Data dan Artificial Intelligence ini tentunya menjadi milestone tersendiri bagi Garuda Indonesia dalam rangka memberikan pengalaman baru kepada pelanggan ketika terbang dengan Garuda Indonesia, dari pre-journey hingga post-journey. Hal ini juga turut sejalan dengan demand market industri penerbangan saat ini, di mana pelanggan lebih membutuhkan layanan secara personal dengan basis pendekatan teknologi informasi”, tutup Iqbal.

Huawei pada pertengahan tahun 2017 berinisasi membangun aliansi global bersama sejumlah perusahaan telekomunikasi dunia. Tujuannya adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan para konsumen akan ruang penyimpanan data raksasa. CEO Huawei Guo Ping dalam gelaran Huawei Connect 2017 di Shanghai New International Convention Center menjelaskan bahwa terobosan ini terinspirasi dari aliansi maskapai penerbangan di dunia. SkyTeam, Star Alliance dan One World adalah beberapa di antaranya.

Baca juga: Amadeus Tawarkan Teknologi Check In Barang Bawaan Berbasis Cloud

Selama ini Huawei telah menunjukan komitmennnya pada pengembangan sektor IT dirgantara, salah satu wujudnya adalah pada penerapan smart airport. Di Indonesia Huawei telah menjajaki penerapan solusi digital aviation di ratusan bandara di Indonesia. Salah satu fitur solusi ini adalah pemantauan bendara menggunakan teknologi face-recognition).

Leave a Reply