Thursday, February 22, 2024
HomeAnalisa AngkutanGawat, Perusahaan Inggris Pasok Suku Cadang Palsu Mesin CFM56, Banyak Digunakan di...

Gawat, Perusahaan Inggris Pasok Suku Cadang Palsu Mesin CFM56, Banyak Digunakan di Boeing 737 dan Airbus A320

Seorang pria ditangkap setelah sebuah perusahaan di London dituduh memasok suku cadang pesawat palsu yang digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia. Serious Fraud Office (SFO) mengatakan penyelidiknya melakukan penggerebekan dini hari di sebuah lokasi di London yang digunakan oleh AOG Technics dan menangkap satu orang.

Baca juga: Diamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku Cadang Pesawat

Dikutip dari Airlive.net, AOG disebut menjual sebagian besar menjual suku cadang mesin pesawat ke perusahaan luar negeri yang memasang suku cadang untuk maskapai penerbangan. Namun beberapa maskapai penerbangan Inggris juga terkena dampaknya, kata SFO dalam sebuah pernyataan.

Buntut dari temuan ini, SFO mengatakan beberapa pesawat telah dilarang terbang di Inggris dan Amerika Serikat.

AOG Technics dituduh memasok suku cadang yang didokumentasikan secara palsu untuk digunakan pada mesin jet penumpang yang paling banyak terjual di dunia, yakni CFM56. Mesin CFM56 selama ini banyak digunakan sebagai dapur pacu pada Boeing 737 generasi lama dan sekitar setengah dari Airbus A320.

Awal tahun ini, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris – Civil Aviation Authority (CAA) dan mitranya di Uni Eropa dan AS (FAA) mengeluarkan peringatan yang memperingatkan dunia mengenai suku cadang palsu yang dijual oleh AOG Technics.

Maskapai yang terkena dampak termasuk Tui, Ryanair, American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines, TAP dan Virgin Australia Airlines.

Baca juga: Singapore Airlines Bongkar Dua Airbus A380, Suku Cadangnya Didaur Ulang

Direktur SFO Nick Ephgrave mengatakan: “Investigasi ini berkaitan dengan tuduhan penipuan yang sangat serius yang melibatkan pasokan suku cadang pesawat, yang konsekuensinya berpotensi berdampak luas. Dugaan pemalsuan ini terungkap setelah adanya laporan yang dibuat oleh perusahaan pemeliharaan pesawat asal Portugal pada bulan Juni lalu.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru