Gegara Corona, Transportasi Umum di Israel Hanya Melayani Rute ke Kantor Pemerintahan

0
(The Times of Israel)

Mewabahnya virus corona sudah menjadi kejadian luar biasa di berbagai negara dan membuat adanya peraturan baru untuk moda transportasi ataupun hal lainnya. di Israel, pembatasan transportasi umum hingga jam delapan malam ketika hari kerja.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Pembatasan Transportasi Publik Dilakukan Banyak Negara

Sedangkan pada akhir pekan tidak ada layanan transportasi yang akan beroperasi. Menteri Perhubungan Betzalel Smotrich mengatakan, sejak Selasa (17/3/2020) kemarin, transportasi umum hanya boleh digunakan untuk warga yang akan melakukan hal untuk pemerintahan.

Dia menyebutkan maka akan ada beberapa perhentian dan rute yang diubah atau sama sekali tidak dilintasi. Smotrich mengatakan, warga masyarakat tidak bisa mengunjungi kerabat di akhir pekan karena bisa menginveksi mereka dengan virus.

“Siswa di sekolah juga harus belajar dirumah karena sekolah ditutup. Transportasi umum kita hentikan pukul delapan malam dan peraturan ini berlaku untuk bus, kereta api dan kereta ringan,” kata dia.

Adanya peraturan baru ini diperkenalkan oleh direktur otoritas transportasi nasional Amir Asraf. Dari data pusat statistik, banyak warga Israel yang menggunakan transportasi umum karena status sosial yang rendah.

Sehingga mereka setiap saat menggunakan bus atau kereta api dibandingkan kendaraan pribadi. Dilansir KabarPenumpang.com dari jpost.com (17/3/2020), Prof Arel Avineri, Kepala Spesialisasi Lulusan, Rekayasa dan Manajemen Sistem Infrastruktur di Afeka College mengatakan, meskipun lebih sedikit orang akan menggunakan transportasi umum karena wabah koronavirus, penurunan ketersediaan mungkin tidak diinginkan.

“Dalam penelitian yang dilakukan pada SARS, terbukti bahwa setiap kali mereka berbicara tentang wabah di media, ada penurunan 1200 pengguna kereta bawah tanah di Taiwan, meskipun naik kembali seiring waktu. Berarti, masyarakat sedang shock sekarang, tetapi seiring waktu, orang akan perlu melakukan perjalanan lagi, dan transportasi umum diperlukan karena tidak semua orang memiliki mobil,” katanya.

Analis transportasi Nachman Shelef mengatakan, ada jalur bus yang harus dikurangi, seperti yang menuju ke lembaga pendidikan atau zona industri, tetapi pengurangan keseluruhan bisa meningkatkan kepadatan di jalur sibuk.

“Saya berharap mereka mempertimbangkan faktor ini, terutama ketika sebagian besar dari mereka yang mengambil keputusan menggunakan kendaraan pribadi dan karena itu tidak mengerti apa artinya bergantung pada transportasi umum daripada mobil,” katanya.

Baca juga: Malaysia Berlakukan “Lockdown,” Ini Enam Ketentuan yang Harus Dipatuhi

Jumlah pelancong di Jalur Kereta Israel menurun setidaknya 50 persen pada hari Senin (16/3/2020), meskipun jalur bus Egged memiliki jumlah penumpang normal. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan desinfeksi bus dan kereta minggu lalu. Tidak ada arahan resmi yang diterima oleh operator transportasi umum dan Kereta Api Israel. Perusahaan memulai operasi desinfeksi sendiri.

Leave a Reply