Geser Dominasi 737 Series, Airbus Catatkan Pengiriman Unit ke-1000 Keluarga A320neo

Sumber: Airbus

Maskapai terkemuka asa India, IndiGo beberapa waktu belakang menjadi sorotan media massa, pasalnya maskapai ini menerima pesawat jet narrowbody A321neo special. Mengapa spesial? Karena ini merupakan pesawat ke-1000 dari keluarga A320neo yang dikirimkan Airbus kepada para pelanggannya yang tersebar di seluruh dunia. Tentu saja, pengiriman ini menjadi sangat berarti bagi pihak Airbus karena secara tidak tertulis, pihak produsen pesawat asal Eropa ini sudah berhasil menumbangkan kedigdayaan Boeing yang kini posisinya tengah tersandung sejumlah kasus.

Baca Juga: Di Balik Prahara Boeing 737 MAX 8, Mampukah Airbus ‘Curi’ Ceruk Pasar?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airway1.com (13/10), IndiGo sendiri diketahui sebagai pelanggan keluarga A320neo terbesar di dunia, dengan total 224 pesawat Airbus yang dioperasikan dan 345 lainnya masih dalam tahap pemesanan. Adapun model keluarga A320neo pertama diterima oleh pihak maskapai pada Maret 2016 silam, dan berselang kurang lebih tiga setengah tahun kemudian (Oktober 2019), pihak maskapai telah mengoperasikan 129 unit Airbus A320-200, 89 unit A320neo, dan enam unit A321neo.

Bergeser ke pihak produsen, seri A320 neo merupakan salah satu produk yang luar biasa dan kompleks dama industri kedirgantaraan global – dimana ada empat jalur perakitan pesawat ini yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari Hamburg, Amerika Serikat, Perancis, dan Cina.

A320neo sendiri memulai debutnya di udara pada Januari 2016 bersama Lufthansa sebagai operator perdananya.

Seiring berjalannya waktu, pihak Airbus mulai melakukan perubahan pada pesawat ini, terbukti dengan ditawarkannya opsi baru bagi pihak maskapai yang ingin lebih menghemat bahan bakar hingga 15 persen. Adapun opsi mesin untuk pesawat ini adalah CFM International LEAP-1A dan Pratt & Whitney PW1000G – keduanya didaulat dapat melakukan penghematan bahan bakar sekitar 16 persen ketimbang turbofan generasi sebelumnya. Penghematan dari segi bahan bakar ini juga berdampak pada penurunan biaya perawatan hingga 20 persen besarnya.

Baca Juga: Hadir dengan Beragam Fitur Terbaru, Kenapa Penjualan A330neo Masih Lesu?

Varian narrowbody milik Airbus ini tentu menjadi sorotan utama setelah moda serupa milik saingannya, Boeing dengan keluarga 737 MAX-nya kini tengah dilanda musibah besar-besaran. Setelah varian 737 MAX terpaksa di-grounded-kan secara massal pasca dua kecelakaan maut yang melibatkan Lion Air dan Ethiopian Airlines dalam rentang waktu kurang lebih lima bulan ini, kini isu terbaru yang menyerang tubuh perusahaan asal Amerika Serikat ini adalah ditemukannya retakan pada varian 737 NG.

Bisakah ini disebut sebagai momen lengsernya Boeing dari tahta tertinggi penyedia pesawat jet komersial di dunia?