Giliran Robot YAPE yang Uji Kemampuan di Bandara Frankfurt

Era robotika yang berkecimpung di bandara agaknya sudah merambah ke Benua Biru, setelah pada tahun 2017 kemarin, sejumlah bandara seperti Incheon di Korea Selatan hingga Changi di Singapura, kini giliran Bandara Frankfurt yang menggunakan jasa robotika untuk melayani penumpang. Kendati statusnya masih uji coba, namun itu menandakan bahwa sebentar lagi Bandara Frankfurt juga akan mengikut-sertakan robot dalam pengoperasian sehari-hari.

Baca Juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Sebagaiamana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman internationalairportreview.com (4/10), adalah robot pemandu mandiri bernama YAPE, dikabarkan telah memulai uji coba dengan menemani penumpang ke gerbang keberangkatan dan membantu mereka untuk mengangkut barang-barang berukuran kecil.

“Sebagai pemimpin dalam inovasi, kami terus berupaya untuk mendorong maju teknologi digital baru yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi penumpang kami,” kata Alexander Laukenmann, yang mengepalai unit Manajemen Terminal dan Airside di Fraport AG, Perusahaan transportasi Jerman yang mengoperasikan Bandara Frankfurt.

“Tujuan kami mengoperasikan YAPE adalah untuk menguji aspek kecerdasan buatan (ariticifial intelligent) dan sistem robotik yang dapat membantu meningkatkan kualitas layanan di Bandara Frankfurt,” sambungnya.

Dalam fase uji coba ini, penumpang dapat berbicara dengan YAPE melalui aplikasi yang ada di smartphone. Seperti yang sudah disebutkan di atas, YAPE juga dapat membantu membawa barang bawaan penumpang dengan cara dimasukkan ke dalam kompartemen kecil yang ada di tubuh mereka. Setelah selesai dengan urusan barang, maka YAPE siap untuk mendampingi Anda menuju gerbang keberangkatan. Adapun robot ini dapat bergerak bebas di seluruh terminal berkat disematkannya sistem navigasi yang terintegrasi.

Di masa yang akan datang, pihak pengembang akan mengembangkan interaksi mandiri antara robot dengan penumpang – jadi tidak perlu lagi menggunakan smartphone. YAPE, yang merupakan singkatan dari ‘Your Autonomous Pony Express’ ini merupakan sistem robotika kembangan Yape Srl, dimana pihak pengembang mengungkapkan bahwa robot ini bisa mengangkut beban hingga 30kg dengan kecepatan sekitar 6km/jam.

Baca Juga: Geser Yang “Manual,” Selamat Datang Era Robotika di Bandara

Dilalah YAPE sudah terlatih untuk menghindari rintangan yang ada di depannya, namun kepadatan Bandara Frankfurt yang tercatat hingga menyentuh angka 69 juta pengunjung setiap tahunnya ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi robot tersebut.

Kalau sudah seperti ini, mampukah YAPE bersanding dengan tenaga manusia dalam melayani penumpang kelak?

Rendy Nurhalim

Share
Published by
Rendy Nurhalim

Recent Posts

Kasus Kecelakaan Grumman yang Libatkan WNI di Perth, Terbukti Akibat Kesalahan Pilot

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan kecelakaan Grumman G-73 Mallard flying boat yang terjadi pada 26 Januari 2017 silam…

2 hours ago

Pengadaan Moda “Sunrise Project,” Qantas Tolak Proposal Airbus dan Boeing

Setelah sukses menorehkan sejarah baru di bidang aviasi dengan Sunrise Project-nya, kini tersiar kabar bahwa Qantas telah menolak proposal yang…

4 hours ago

Di 2020, Luksemburg Jadi Negara Pertama yang Gratiskan Transportasi Massal di Dunia

Menjadi salah satu negara terkecil di Eropa, Luksemburg mengalami kemacetan lalu lintas yang cukup besar. Dari studi yang dilakukan menunjukkan…

16 hours ago

Tak 100 Persen Aman, Aplikasi Pelacakan Bagasi Dipertanyakan Keakuratannya!

Sepasang suami istri yang tengah menikmati liburan untuk merayakan ulang tahun pernikahan pada September lalu di Yunani harus kehilangan bagasi…

18 hours ago

Imbas Krisis Hong Kong, Makau dan Shenzhen Ikut Terdampak Penurunan Wisatawan

Kendati sudah terjadi sejak bulan Maret kemarin, namun kerusuhan yang ada di Hong Kong terkait RUU Ekstradisi masih belum juga…

20 hours ago

Tiga Sleeper Train ini Sajikan Pengalaman Fantastis Mengular di Benua Biru!

Sempat dihilangkan dari pasar Indonesia karena menuai kontroversi yang berkenaan dengan tindak asusila, nyatanya keberadaan sleepers train di Indonesia kini…

22 hours ago