Gunakan Aplikasi di Ponsel, Warga Cina Hindari Lingkungan Terinfeksi Virus Corona

0
(Reuters)

Jika ada negara di dunia yang sedang ditimpa kemalangan maha dahsyat, maka untuk saat ini semua mata tertuju kepada Republik Rakyat Cina (RRC). Disamping jumlah korban yang terus berjatuhan akibat virus corona, dampak ekonomi dan wisata juga bakal menerjang, lantaran hampir sebagian besar maskapai komersial global menghentikan penerbangan dari dan ke Cina.

Namun, dikenal sebagai bangsa tangguh dalam inovasi teknologi, tak membuat Cina patah arang menghadapi wawah virus corona. Karena adanya virus corona kemudian perusahaan pemetaan data QuantUrban dan WeChat berkolaborasi menciptakan aplikasi mobile yang bisa mengambil informasi resmi di lingkungan tempat kasus terinfeksi virus yang penyebaran lewat media udara.

Baca juga: Viral! Akibat Virus Corona, Sebuah Drone ‘Tegur’ Nenek dan Kakek Tua

Kemudian nantinya akan dipetakan secara geografis sehingga pengguna bisa mengukur seberapa dekat dengan lokasi terinfeksi virus. KabarPenumpang.com melansir laman itnews.co.au (4/2/2020), dengan adanya platform ini, diharapkan masyarakat Cina yang tinggal di daerah terjangkit bisa melacak dan mempersiapkan diri dengan potensi bahaya yang dihadapi.

Program milik WeChat yang disebut Yikuang atau Situasi Epidemi bisa mencakup kota-kota selatan Shenzhen dan Guangzhou. Sedangkan peta berbasis peramban QuantUrban juga mencakup sembilan kota lain di provinsi tersebut.

“Shenzhen mungkin memiliki wabah besar dalam beberapa hari ke depan, dan data pemerintah keluar perlahan. Melihat peta mengacu pada kenyamanan psikologis. Anda tidak dapat menjamin tidak akan ada kasus baru, tetapi Anda dapat menghindari area yang sudah terkena,” kata April seorang manajer yang berbasis di Shenzhen.

Pernyataan April tersebut karena kasus yang di konfirmasi di Shenzhen telah naik dengan cepat, yakni 245 kasus pada hari Senin (3/2/2020) kemarin. Ini membuat kota teknologi tersebut yang paling parah terkena dampak dari kota-kota utama di Cina, seperti Beijing.

Apalagi kota teknologi tersebut memiliki populasi terbesar pekerja migran dari provinsi-provinsi tengah yang sangat terpengaruh.

“Kami ingin membubuhi keterangan informasi di peta sehingga publik dapat melihat dengan lebih baik bagaimana situs epidemi didistribusikan secara lebih intuitif, dan juga mengingatkan semua orang untuk membuat perlindungan yang memadai,” kata Yuan Xiaohui, co-founder dan CEO QuantUrban.

Dia menambahkan ada relawan yang membantu tim agar peta selalu diperbaharui karena pemerintah mengeluarkan data setiap hari. Yikuang juga mengandalkan sukarelawan untuk melakukan up to date dan awalnya menunjukkan lingkungan dengan kasus yang dikonfirmasi dengan logo tengkorak dan tulang bersilang. Sejak itu berubah menjadi tanda seru yang kurang mengkhawatirkan setelah pengguna di platform media sosial Weibo mengeluh mereka akan menyebabkan kepanikan.

“Jika saya tahu ada orang sakit di sekitarnya, saya bisa mengambil langkah untuk ekstra hati-hati. Aku tinggal di antara Shenzhen dan Guangzhou, dan peta-peta ini sangat bagus di sana,” kata seorang mahasiswa bernama Steven.

Baca juga: Musibah Virus Corona Justru Selamatkan Boeing 787 dan Rolls-Royce

Yuan mengatakan, QuantUrban juga mencakup sembilan kota lain di provinsi Guangdong. Media milik pemerintah CCTV dan People’s Daily juga telah memberikan dukungan untuk program terpisah yang membantu pengguna melacak apakah bus, kereta api atau pesawat terbang yang mereka lalui juga digunakan oleh pasien terinfeksi yang telah dikonfirmasi.

Leave a Reply