Gunakan Teknologi 5G, Kereta Otonom di Korea Selatan dalam Fase Uji Coba

0
lkereta otonom dengan teknologi 5G di Korea (railjournal.com)

Kereta otonom berbasis 5G saat ini tengah uji sistem kontrol di jalur uji komperhensif kereta api Osong. Uji coba ini dilakukan oleh The Korea Railroad Research Institute (KRRI). Pengujian dimulai pada April dan sistem memperpendek jarak aman antara kereta dengan memungkinkan komunikasi langsung antar kendaraan.

Baca juga: DoCoMo dan JR Central Uji Coba Jaringan 5G di Kereta Shinkansen Model N700S

KabarPenumpang.com melansir dari laman railjournal.com (12/10/2020), teknologi ini akan memperhitungkan posisi kereta sebelumnya di jalur dan variabel seperti posisi kereta. Bahkan teknologi baru tersebut juga akan memperhitungkan kecepatan serta jarak pengereman untuk memungkinkan penyesuaian otomatis margin keamanan.

KRRI menggunakan sistem ini karena akan beroperasi sesuai dengan model kontrol terdistribusi yang mana setiap kereta yang melintas akan dikontrol secara otomatis melalui komunikasi langsung antar kereta dan pelaporan posisi. Bila menggunakan sistem kontrol yang ada saat ini, pengambilan keputusan akan dilakukan melalui pusat kendali dan hanya kereta itu saja.

Sedangkan KRRI mengatakan, dengan sistem 5G akan menghasilkan pengurangan yang signifikan dalam jumlah peralatan persinyalan di sisi jalan yang diperlukan dan meningkatkan kapasitas di jalur hingga 30 persen. Selain itu, menurut institut, teknologi itu dapat mengurangi dampak kesalahan manusia, mengurangi investasi fasilitas biaya dan meningkatkan pekerjaan pemeliharaan.

Teknologi 5G yang berpotensi digunakan di masa depan bisa untuk mengontrol sakelar di persimpangan. KRRI mengatakan bahwa penggunaan komunikasi 5G akan mengurangi penundaan transmisi antar kereta, sekaligus meningkatkan kapasitas dan keandalan transmisi data hingga 20 kali lipat dibandingkan dengan GSM-R.

Pengujian dua kendaraan yang dilengkapi sistem tersebut mengikuti selesainya pembangunan jalur uji pada Maret 2019. Proyek tersebut dilakukan melalui perjanjian kemitraan publik-swasta (PPP) dengan SK Telecom, yang ditandatangani pada Januari tahun ini.

“Teknologi ini dapat mengurangi kemacetan selama jam perjalanan dan memungkinkan kereta untuk beroperasi lebih efisien. Di masa depan, kereta api akan dapat memanfaatkan inovasi cerdas untuk transportasi yang nyaman, melalui konvergensi inisiatif hijau dan digital,” kata Na Hee-seung, presiden KRRI.

“Kami akan melakukan pengujian tambahan seperti teknologi pengubahan rute untuk kereta, dan menerapkan teknologi pemisahan dan penggabungan kereta, serta kontrol lanjutan dari jarak kereta dan sistem komunikasi dan kontrol kereta-ke-trek,” kata ketua tim KRRI, Mr Jeong Rak -gyo.

Baca juga: Teknologi 5G, Apakah Aman untuk Perkeretaapian Dunia?

Tes tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kereta otonom senilai 22,1 miliar won ($US28,76 juta) yang didukung oleh Dewan Riset Sains dan Teknologi Nasional Korea dari Kementerian Sains & TIK. Proyek ini akan berjalan selama sembilan tahun antara 2016 dan 2024.

LEAVE A REPLY