Hadir dengan Beragam Fitur Terbaru, Kenapa Penjualan A330neo Masih Lesu?

Airbus A330neo milik Garuda Indonesia. Sumber: istimewa

Pamor dari Airbus dan varian terbarunya, A330neo kini tengah menjadi topik hangat perbincangan banyak kalangan. Terlebih pasca grounded massal dari varian 737MAX milik seteru abadinya, Boeing, pamor Airbus seolah berada di atas angin. Hampir sama seperti A320 yang ditransformasikan menjadi A320neo, A330neo pun merupakan kembangan dari A330 yang membawa banyak pembaruan fitur – dan katanya bakal disukai oleh pihak maskapai pengguna dan penumpang.

Baca Juga: Untuk Direct Flight Umrah, Mei 2019 Airbus A330-900NEO Lion Air Tiba di Indonesia

Airbus A330neo dikabarkan menggunakan mesin baru, Rolls Royce Trent 7000 yang akan membuat penerbangan menjadi lebih senyap, penggunaan desain sayap baru yang akan mengurangi penggunaan bahan bakar hingga 14 persen, jarak tempuh yang lebih jauh, hingga ketersediaan bangku penumpang yang lebih banyak di dalam kabin. Kendati lebih banyak, pihak Airbus bakal menjamin kenyamanan penumpang selama mengudara.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (6/9), Airbus A330neo sendiri terbagi ke dalam dua varian:

1. A330-800 yang mampu memboyong hingga 406 penumpang ke destinasi maksimal 15.094 km

2. A330-900 yang memiliki kapasitas angkut maksimal hingga 440 penumpang dengan jarak tempuh maksimal 13.334 km.

Lalu jika pilot menerbangkan pesawat jenis ini kelak, sesungguhnya mereka tidak perlu beradaptasi terlalu lama mengingat tingkat kesamaan A330neo dengan pendahulunya, A330-200 dan A330-300 hampir mencapai angka 99 persen. Jadi, pilot tidak perlu adaptasi lama untuk menerbangkan A330neo sebelum beroperasi di rute terjadwal.

Nama Airbus A330neo semakin melejit manakala rivalnya, Boeing mengumumkan bahwa ada penundaan peluncuran program 777X karena ditemukannya beragam masalah. Dari momentum ini saja, bukan tidak mungkin apabila maskapai penerbangan yang berencana untuk menghadirkan Boeing 777X akan berubah haluan dan menilik A330neo yang memiliki kemampuan hampir setara dengan pesawat ber-winglet tekuk ini.

Baca Juga: Terbang 4 Jam 45 Menit Hanya dengan Satu Mesin, Airbus A330-900 Raih Sertifikasi ETOPS

Kendati memiliki banyak kelebihan yang akan menunjang operasi, namun daya beli terhadap varian A330neo ini masih terbilang cukup rendah. Hal ini bukan karena A330neo tidak bagus atau kurang kompatibel untuk pihak maskapai, melainkan di luar sana masih banyak varian A330-200 seumur jagung yang masih atau baru digunakan oleh maskapai. Namun di sini pihak Airbus menaruh kepercayaan tinggi akan peningkatan penjualan varian A330neo.