Hadirkan Kartu dan Aplikasi Integrasi Transportasi, JakLingko Punya Banyak Paket Tarif Hemat

0
Kartu JakLingko. Foto: IDX Channel

Integrasi transportasi Jabodetabek akan mulai menggunakan kartu dan aplikasi dari JakLingko. Hal ini karena sudah selesai dalam uji coba terbatas dari Monas menuju ke Pegangsaan 2. Direktur utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin mengatakan, setelah uji coba kemarin akan ada perluasan gate di semua koridor baik di stasiun maupun halte.

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Yang mana saat ini hanya ada satu sampai tiga gate baik di stasiun maupun di halte. Dia juga menargetkan bahwa tahun ini semua gate di stasiun maupun halte harus sudah dilengkapi dengan pembaca kartu maupun aplikasi dari JakLingko. Kamal menjelaskan, meski sudah selesai uji coba, aplikasi JakLingko belum ada di iOS maupun Andorid.

Hal ini karena masih dilakukan evaluasi penggunaan dan penambahan gate. Selain di stasiun dan halte, Kamal menambahkan, bahwa penggunaan aplikasi dan kartu JakLingko kedepannya juga akan diperluas hingga ke MikroTrans dan bus TJ non BRT.

“Bila ini berjalan sempurna, kita akan ajak media uji coba kartu dan aplikasi yang dipublikasikan,” ujar Kamal di forum jurnalis bersama MRT Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Dia juga mengatakan, tarif untuk penumpang, kedepannya pun akan dibagi harian, mingguan hingga bulanan sehingga lebih hemat untuk pengguna. Meski begitu, Kamal menyampaikan bahwa hal ini masih dibahas oleh tim tarif Pemprov DKI.

“Untuk tarif hemat ini, misalnya perjalanan melalui MRTJ, KRL, LRTJ dan KRL akan lebih hemat dari tarif masing-masing yang dijumlahkan. Tarif integrasi juga akan lebih hemat berdasarkan jarak dan ada perhitungan tarif maksimal bila durasi perjalanan lebih dari berapa jam,” ungkapnya.

Kamal juga mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan tim tarif untuk difinalkan secepatnya. Selain itu hal unik lainnya ternyata dihadirkan JakLingko, yang mana akan mengadirkan account based ticketing. Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, account based ticketing ini merupakan tiket basisnya dari akun masing-masing orang.

“Di dalam aplikasi akan ketahuan nih identitas orang seperti apa. Dia pensiunan, veteran 60 tahun ke atas. Kalau DKI diberi kebijakan tertentu untuk masyarakat yang berumur 60 tahun ke atas. Ini misal ya,” jelas William.

Maka, sistem tiket akan menyaring dan memberikan harga khusus yang akan diterapkan di kartu atau aplikasi pengguna. Untuk anak sekolah pun juga akan diberi harga khusus. Bahkan bagi penyandang disabilitas juga akan ada harga khusus.

Sehingga tiket individu nantinya jika pemerintah memberikan subsidi ini akan lebih tepat sasaran dalam pengelolaan transportasi dan subsidi sehingga lebih baik.

“Selama ini subsidi atau PSO baik KAI, TJ, MRTJ itu gelondongan sifatnya. Kita hanya hitung berapa yang naik TJ, MRTJ dan kita nggak tahu siapa-siapa mereka. Tapi yang jelas di fase 3 dari JakLingko, kita akan tahu,” ujar William.

Baca juga: Menhub Targetkan Integrasi Transportasi Massal di Jakarta Pada 2023 – 2024

Kamal menambahkan, untuk keamanan data identitas pengguna akan disesuaikan dengan standar ISO sehingga keamanan datanya terjaga. Bahkan pihaknya melakukan testing dan seleksi mitra strategis ada kombinasi antar mitra lokal dan mancanegara sehingga keamanannya cukup tinggi dan memastikan standar kemanan yang digunakan sama dengan kota dunia lainnya.