Hampir Bangkrut, AirAsia X Umumkan Empat Rencana Restrukturisasi! PHK Mengintai

0
AirAsia X. Foto: The Star

AirAsia X mengaku tengah menghadapi kendala likuiditas sangat parah. Bila tak ditangani dengan cepat, bukan tak mungkin maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya rendah (LCC) atau long-haul budget airline tersebut akan bangkrut.

Baca juga: Digugat Leasing Pesawat Rp340 Miliar dan Rugi Rp3,1 Triliun, AirAsia Diambang Kebangkrutan?

Sebelum hal itu terjadi, belum lama ini perusahaan mengumumkan rencana restrukturisasi bisnis. Setidaknya, ada empat hal yang menjadi fokus restrukturisasi AirAsia X, mulai dari restrukturisasi hutang, revisi rencana bisnis grup, merangkul mitra bisnis, dan mengelola royal customer agar tetap terus setia bersama maskapai.

Dilansir Simple Flying, rencana restrukturisasi hutang berarti maskapai akan menyelesaikan pembayaran hutang. Hal itu dirasa penting agar perusahaan bisa mencapai struktur utang yang berkelanjutan. Di sisi lain, skema tersebut juga akan didukung dengan merencanakan ulang skema bisnis perusahaan.

Wujud konkretnya, bisa berupa rasionalisasi jaringan rute, menentukan pesawat yang ingin digunakan, serta penyesuaian tenaga kerja atau kasarnya mem-PHK karyawan. Intinya, bagaimana perusahaan mendesain ulang struktur agar lebih ramping dan berkelanjutan.

Rencana restrukturisasi AirAsia X juga tak bisa terlepas dari keterlibatan mitra strategis atau mitra bisnis. Sebab, pasca jalan restrukturisasi ditempuh, para mitra akan memainkan peran penting dengan tetap bersinergi bersama perusahaan untuk memastikan proses restrukturisasi berjalan baik dan berkelanjutan.

Demikian juga dengan mengelola royal customer. Selama proses restrukturisasi berjalan, mereka (royal customer) yang ditandai dengan kepemilikan AirAsia Unlimited Pass dan para pelanggan yang telah terlanjur membeli tiket akan diberikan keluasan waktu untuk menggunakan tiket tersebut di masa mendatang.

Dari empat rencana restrukturisasi di atas, rasionalisasi jaringan rute dan menentukan ulang pesawat yang akan digunakan, rasanya sedikit janggal. Saat ini, AirAsia X tercatat hanya mengoperasikan 40 unit Airbus A330-300. Dengan demikian, dua rencana tersebut tak seharusnya muncul mengingat mengoperasikan satu jenis pesawat sudah menjadi jawabannya.

Namun, bila ditelisik lebih dalam, maskapai yang tahun ini memasuki tahun operasional ke-13 itu rupanya mempunyai backlog 78 Airbus A330-900neo, 30 Airbus A321XLR, dan 10 Airbus A350. Pada bagian inilah kemudian perusahaan dituntut untuk melakukan rasionalisasi jaringan rute dan menetukan ulang pesawat.

Baca juga: Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears

Dari backlog ketiga jenis pesawat, beberapa kalangan melihat AirAsia X besar kemungkinan akan lebih memilih Airbus A330-900neo dan Airbus A321XLR sebagai bagian dari rencana restrukturisasi pesawat. A330-900neo diproyeksikan bakal menjadi pengganti Airbus A330-300 yang telah usang. Sedangkan Airbus A321XLR akan diplot untuk menjajaki penerbangan jarak jauh yang agak ramping, mengingat penerbangan penumpang masih akan tetap stagnan hingga beberapa tahun mendatang.

Airbus A321XLR nantinya akan menjadi andalan perusahaan dalam melahap rute-rute jarak jauh AirAsia X di seluruh dunia, seperti AS, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, India, Cina, dan Australia.

Leave a Reply