Thursday, April 16, 2026
HomeDaratHampir Terlupakan, Inilah Alasan Terbengkalainya Stasiun Kalasan di Jalur Yogyakarta

Hampir Terlupakan, Inilah Alasan Terbengkalainya Stasiun Kalasan di Jalur Yogyakarta

Jalur kereta api di Pulau Jawa memang banyak sekali menyimpan sejarah yang kental. Tak heran banyak pula bangunan disekitar jalur kereta api yang menjadi cagar budaya karena kondisinya masih utuh bahkan masih digunakan. Bangunan peninggalan kolonial Belanda tentunya menjadi identitas atau ciri khas tersendiri saat melihatnya. Terlebih saat melihat di perjalanan kereta api.

Beberapa wilayah di Pulau Jawa tentu masih terlihat bangunan seperti stasiun kereta api . Walaupun sudah non aktif, namun keberadaannya menjadi saksi bisu peradaban jaman kolonial Belanda dulu. Seperti halnya stasiun yang ada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Ya, siapa yang tak kenal dengan Stasiun Kalasan.

Stasiun Kalasan berada di petak antara Stasiun Maguwo dengan Brambanan ini menjadi kenangan yang hampir terlupakan. Bagaimana tidak, padahal stasiun ini menjadi lokasi strategis bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke destinasi wisata bersejarah, yaitu Candi Kalasan. Apalagi saat ini di jalur tersebut sudah tersedia layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Stasiun yang dibangun pada tahun 1929 – 1930 ini memiliki bangunan yang estetik dan kokoh. Namun sayangnya, sejak di nonaktifkan sejak tahun 2007, stasiun ini hanya terlihat kotor dan kumuh terutama di bagian dalamnya. Tapi saat aktif, Stasiun Kalasan juga dijadikan Belanda untuk tempat persilangan kereta Api Yogyakarta, Solo dan Semarang.

Karena digunakan sebagai tempat persilangan, Stasiun Kalasan sempat memiliki 4 jalur kereta api. Lambat laun, stasiun ini mengalami pengurangan jalur, sehingga hanya punya 3 jalur saja. Dan inilah yang menjadi awal mula terbengkalainya Stasiun Kalasan ini. Karena intensitas penumpang dan pengunjung yang sedikit, serta jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Maguwo.

Stasiun Kalasan sendiri memiliki gaya arsitektur indis tanpa daun pintu di bagian depan, sehingga saya bisa melihat arah kedatangan kereta api dari luar. Sementara, di sebelah bangunannya terdapat gudang barang dengan pintu-pintu berwarna cokelat yang tertutup.

Suasana Stasiun Kalasan kini sepi dan tidak terawat. Aksi vandalisme pun terlihat dengan adanya coretan pada dinding bangunan peron. Serta beberapa tuna wisma yang menempati area dalam stasiun untuk beristirahat. Meski begitu, Stasiun Kalasan masih di jaga oleh warga sekitar agar bangunan dan lingkungannya tetap terjaga dengan baik.

Ini Dia Alasan Kenapa Singkatan Stasiun Solo Jebres Adalah “SK” Bukan “SJ”

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru