Hari ini, 18 Tahun Lalu, Pesawat Ulang Alik Columbia Meledak Menjelang Pendaratan di Florida

0
Tujuh astronot yang meninggal di pesawat ulang alik Columbia: Rick D Husband, William C McCool, Michael P Anderson, Ilan Ramon, David Brown, Laurel Salton Clark dan Kalpana Chalwa

Setelah memperingati pesawat ulang alik Challenger yang meledak 73 detik setelah meluncur beberapa waktu lalu, kini 1 Februari dunia pekerja luar angkasa harus kembali mengingat hal pahit yang sama. Di mana pesawat ulang alik Columbia meledak di udara 16 menit sebelum mendarat di Pusat Stasiun Luar Angkasa Kennedy, Florida, Amerika Serikat.

Baca juga: Hari ini, 35 Tahun Lalu, Pesawat Ulang Alik Challenger Meledak Setelah 73 Detik Meluncur

Kecelakaan pada tahun 2003 itu menewaskan tujuh astronot awak kendaraan luar angkasa miliki Amerika Serikat tersebut. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Pejabat Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menyebutkan kecelakaan itu terjadi saat pesawat ulang alik tersebut berada pada ketinggian 60 ribu kaki dari bumi dengan kecepatan 20 ribu km per jam.

Kecelakaan pada pesawat ulang alik Columbia terjadi akibat sepotong busa seukuran tas yang terlepas dan menabrak sayap pesawat dan menimbulkan ‘lubang’ di bagian depan sayap. 80 detik menjelang peluncuran busa pembatas terlepas dari tangki bahan bakar dan menghantam ujung sayap kiri pesawat ulang alik itu. Ini kemudian yang membuat pesawat rentan saat kembali ke Bumi, yaitu saat menembus atmosfer.

Karena lubang tersebut, membuat perlindungan pesawat tidak maksimal untuk menahan panas, yang akhirnya sayap pesawat ulang alik itu terbakar dan tak dapat lagi dikendalikan. Sayangnya saat Mission Control di Bumi menyadari pesawat itu celaka, asap putih sudah terlihat di langit Texas.

Pesawat ulang alik Columbia jatuh di atas garis pantai California dan puing-puing pertamanya mulai jatuh di barat Texas dekat Lubbock. Warga yang tinggal di daerah tersebut mendengar ledakan keras dan juga melihat garis-garis asap di langit.

Puing-puing dan sisa-sisa tubuh astronot ditemukan di lebih dari dua ribu lokasi di seluruh Timur Texas, Arkansas dan Lousiana. Untuk diketahui, ternyata ada kemungkinan besar tujuh astronot bisa selamat bila NASA tahu persis kerusakan sayap Columbia.

Tak hanya itu, NASA sebenarnya juga bisa mengirim pesawat ulang alik lainnya yakni Atlantis untuk memulangkan para astronot, dan Columbia dibiarkan di angkasa karena diperkirakan tidak bisa diperbaiki. Sayangnya hal itu tak terjadi dan menewaskan tujuh astronotnya yakni Rick D Husband, William C McCool, Michael P Anderson, Ilan Ramon, David Brown, Laurel Salton Clark dan Kalpana Chalwa yang merupakan astronot wanita pertama asal India.

Investigasi tragedi ini menyimpulkan NASA telah meremehkan potensi bahaya dari komponen busa, yang juga ternyata menjadi masalah di beberapa penerbangan NASA yang lain. Meski sudah 18 tahun berlalu, awak Columbia yang menjadi korban meninggal tak pernah dilupakan.

Baca juga: Hari ini, 17 Tahun Lalu, Wahana Roket Cina Shenzhou 5 Berhasil Terbangkan Astronot Pertama

Bahkan nama mereka diabadikan di berbagai tempat termasuk di langit yakni menjadi nama asteroid, kawah di Bulan, bukit di Mars, nama sekolah, taman, jalan bahkan nama sebuah bandara internasional yakni Rick Husband Amarillo. Usai insiden Columbia, presiden George W Bush memutuskan menghentikan program pesawat ulang alik dan membuat sistem penerbangan baru. Pesawat ulang alik (Atlantis) terbang untuk misi terakhir pada Juli 2011.