Hari ini, 20 Tahun Lalu, Bandara Incheon di Korea Selatan Resmi Beroperasi

0
Bandara Internasional Incheon. Sumber: airport-technology.com

Bicara tentang Korea Selatan, maka tak bisa diepaskan dari keberadaan Bandara Internasional Incheon, pasalnya, inilah pintu keluar masuk utama bagi para pelancong dan pebisnis yang bertandang ke Negeri Ginseng. Dan tahukah Anda, bahwa tepat hari ini, Bandara Incheon telah berusia 20 tahun.

Baca juga: Hindari Tatap Muka, Bandara Incheon Korsel Kerahkan Robot Canggih Pengukur Suhu dengan Sederet Kemampuan

Merujuk ke sejarahnya, Bandara Incheon kehadirannya melengkapi Bandara Internasional Gimpo. Awal kehadirannya di mana setelah Olimpiade Musim Panas pada 1988, lalu lintas udara menuju Korea Selatan meningkat drastis. Bahkan pada dekade 1990-an, hal itu semakin jelas bahwa Bandar Udara Internasional Gimpo tidak mampu mengatasi peningkatan lalu lintas udara.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, untuk mengurangi beban Bandara Gimpo, maka pembangunan Bandara Incheon dimulai pada bulan November 1992. Incheon sendiri dibangun di atas tanah reklamasi antara Pulau Yeongjong dan Pulau Youngyu dan menghabiskan waktu selama delapan tahun untuk pembangunannya.

Enam bulan setelahnya pun digunakan untuk pengujian. Hingga akhirnya resmi dibuka secara resmi pada 29 Maret 2001. Awal mulai beroperasinya, banyak masalah yang terjadi di Bandara Incheon terutama pada masalah handling bagasi. Di mana memerlukan sistem yang dapat beroperasi semi otomatis.

Sebagian besar masalah tetap terjadi selama satu bulan dan ketika bandara mulai beroperasi. Setahun kemudian tepatnya tahun 2002 lalu lintas udara menuju Korea Selatan meningkat tajam. Karena meningkatnya, Korea Selatan melakukan pembangunan tahap kedua yang dimulai Februari 2002 dan pembangunan berakhir pada Desember 2008.

Karena Olimpiade Musim Panas 2008 pada bulan Agustus 2008, tetapi, jadwal konstruksi disesuaikan untuk memungkinkan pembangunannya berakhir pada Juli 2008. Pada tanggal 15 November 2006, Airbus A380 mendarat di bandara sebagai bagian dari leg pertama perjalanan sertifikasinya. Pengujian di landasan pacu, taxiway dan ramp menunjukkan bahwa bandara mampu menangani pesawat Airbus A380.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan, Incheon dan perusahaan logistik besar Korea, Hanjin Corporation (perusahaan induk dari Korea Flag carrier, Korean Air), sepakat pada tanggal 10 Januari 2008 untuk membangun rumah sakit berlantai sembilan di dekat bandara. Setelah pembangunan selesai pada tahun 2011, Yeongjong Medical Centre diharapkan untuk melayani warga di dekatnya dan sebagian dari 30 ribu pelancong medis setiap tahunnya.

Baca juga: Antisipasi Peningkatan Trafik, Bandara Incheon Bangun Landas Pacu Keempat

Pada 2017 pembangunan terminal penumpang ke dua dibagian utara selesai untuk memperluas terminal kargo dan infrastruktur. Pada 2020 kemarin, adalah tahap pembangunan terakhir dan ultimate. Sehingga setelah selesai bandara akan memiliki dua terminal penumpang, empat concourse satelit, 128 pintu gerbang dan lima landas pacu sejajar (satu landas pacu dikhususkan untuk penerbangan kargo) yang sanggup melayani 100 juta penumpang dan tujuh juta metrik ton kargo per tahun, dengan kemungkinan perluasan lebih lanjut. Bandara diproyeksikan untuk bertransformasi ke dalam satu dari sepuluh besar bandara tersibuk di dunia pada tahun 2020.

Leave a Reply