Saturday, April 13, 2024
HomeAnalisa AngkutanHari Ini, 21 Tahun Lalu, Pesawat Tilt-Rotor Sipil Pertama di Dunia AW609...

Hari Ini, 21 Tahun Lalu, Pesawat Tilt-Rotor Sipil Pertama di Dunia AW609 Terbang Perdana

Pada hari ini, 21 tahun lalu, bertepatan dengan 7 Maret 2003, pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia, AgustaWestland AW609, sukses melakukan penerbangan perdana di Arlington, Texas, dengan pilot uji Roy Hopkins dan Dwayne Williams. Sayangnya, berbagai lika-liku dalam proses pengembangan membuat pesawat sampai saat ini belum beroperasi secara komersial.

Baca juga: Leonardo AW609 Muncul di Dubai, Selangkah Menuju Sertifikasi

Dihimpun dari berbagai sumber, pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia tersebut sebelumnya dikenal sebagai Bell/Agusta BA609. Program ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1998 oleh dua manufaktur helikopter kenamaan dunia asal Amerika Serikat (AS) dan Italia.

Bell sebelumnya pernah mengembangkan pesawat serupa versi militer bersama Boeing, yaitu Bell Boeing V-22 Osprey. Tak heran bila Agusta menggandeng Bell untuk mengembangkan pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia.

Sebelum melakukan penerbangan perdana, setahun sebelumnya, prototipe yang dinamakan AC1, lebih dahulu melakoni ground test di Italia untuk menguji seberapa jauh sistem pesawat berfungsi. Setelah dirasa cukup baik melewati ground test, tes penerbangan perdana atau maiden flight pun dilakukan. Ketika itu, dilaporkan hasilnya juga tak kalah baik dengan saat ground test.

Akan tetapi, baik saat ground test dan flight test pertama, tidak diikuti dengan proses selanjutnya. Secara mengejutkan, pada tahun 2011, Bell mundur dari program tersebut, meninggalkan Agusta sendiri tanpa pengalaman membuat pesawat tilt-rotor. Hal ini pun sangat berdampak buruk bagi jalannya program tersebut. Pesawat pun berganti nama dari BA609 menjadi AW609.

Pada tahun 2015, prototipe kedua atau yang disebut juga AC2, mengalami kecelakaan saat melakukan uji terbang di Italia. Setahun berikutnya, AgustaWesland melakukan reorganisasi dan memutuskan berganti nama menjadi Leonardo S.p.A atau menjadi bagian dari divisi helikopternya perusahaan induk Leonardo. Sebelumnya, melalui AgustaWesland berdiri sendiri sebagai anak perusahaan dari Leonardo.

Lewat reorganisasi tersebut, Leonardo berhasil bangkit dan membangun prototipe ketiga atau AC3. AC3 dibangun untuk melakukan uji engine handling performance dan load level survey di AS. Tak lama berselang AC4 dibangun Leonardo dan melakukan uji coba di Italia.

Prototipe itu juga digunakan dalam berbagai penerbangan demonstrasi ke pelanggan potensial di seluruh dunia. Sejauh ini, mulai dari AC1 sampai AC4 sudah mengantongi sekitar 1.900 jam terbang. Sedikit lagi menuju syarat melakoni uji sertifikasi agar bisa segera digunakan secara massal di seluruh dunia.

Pada Oktober tahun 2022 lalu, Leonardo berhasil memproduksi AW609 pertama (bukan sebagai prototipe). Pesawat tersebut kemudian melakukan uji terbang perdana pada 13 Oktober di pabrik Leonardo di Philadephia, Pennsylvania, AS, dengan menggandeng Bristow Group.

Selanjutnya, AC5 akan melewati “mission capability evaluation and expansion” untuk bisa mendapat sertifikasi FAA. Diperkirakan tahun 2024 proses ini selesai dan AW609 pesawat tilt-rotor sipil pertama di dunia bisa digunakan secara komersial.

Baca juga: Inilah Ling-Temco-Vought (LTV) XC-142, Pesawat dengan Kemampuan Terbang Transisi Pertama di Dunia

Leonardo AW609 ditenagai mesin turboprop Pratt & Whitney PT6C-67A. Lewat konsep tiltrotor-nya, pesawat ini mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti helikopter dan melaju di udara seperti pesawat bersayap tetap. Dengan begitu, pesawat ini sangat berguna di berbagai medan dan operasi sulit namun dengan mendapat jangkauan dan kecepatan sebagaimana pesawat bersayap tetap konvensional.

AW609 mampu melaju di kecepatan 500 km per jam sejauh hampir 2.000 km dengan muatan penuh sekitar 2.721 kg. Pesawat ini mampu menampung sebanyak 12 penumpang. Tetapi bisa saja lebih sedikit atau banyak tergantung konfigurasi akhir yang digunakan maskapai.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru