Hari ini, 223 Tahun Lalu, Perancis Jadi Saksi Penggunaan Parasut Pertama di Dunia

0
Sejarah terjun payung pertama di dunia ditorehkan oleh Andre Garnerin asal Perancis. Foto: fai.org

Pada hari ini, 223 tahun yang lalu, bertepatan dengan 22 Oktober 1797, Perancis jadi saksi pelopor balon udara, Andre-Jacques Garnerin melakukan pendaratan pertama di dunia menggunakan parasut dari ketinggian sekitar 915 meter. Pria kelahiran 31 Januari 1769 ini pun resmi menjadi penerjun payung pertama di dunia yang sukses melakukannya.

Baca juga: Hari Ini, 37 Tahun Lalu, Pertama Kali Dalam Sejarah Dua Maskapai Barter Pesawat

Dilansir India Today, sejarah aksi heroik Andre Garnerin sebagai manusia pertama yang berhasil menggunakan parasut dari ketinggian, dimulai saat ia tengah mengejar mimpinya menjadi fisikawan. Namun sayang, di tengah jalan, ia terpaksa menjadi tentara kerajaan lantaran revolusi Perancis meletus pada 1793.

Akan tetapi, keahliannya di bidang fisika rupanya dibutuhkan unit militer untuk melakukan inovasi. Ia pun akhirnya memilih untuk membuatkan balon udara meskipun akhirnya tak kesampaian karena ia ditangkap oleh Inggris dan dipenjara selama tiga tahun.

Gambaran Andre Garnerin mencapai langit sebelum memulai terjun payung pertama di dunia. Foto: fai.org

Semasa menjalani masa tawanan di penjara Hungaria, Andre Garnerin justru banyak membuat desain parasut dan mengembangkan desain balon udara yang pernah ia buat. Bahkan, di periode ini, ia sempat terpikir untuk melompat dari tembok penjara yang tinggi menjuntai sekaligus menjajal keampuhan parasut buatannya. Tetapi, ia kesulitan untuk sampai ke puncak tembok dan akhirnya ide itu tak pernah terwujud.

Setelah dibebaskan dari penjara, ia mulai bereksperimen dengan rancangan parasut awal dan memutuskan untuk mencoba terjun payung pertamanya pada 22 Oktober 1797, di Parc Monceau, Paris, Perancis.

Kala itu, ia menggabungkan parasut dengan balon hidrogen untuk membawanya terbang ke langit Paris. Usai mencapai ketinggian 1.000 meter, tali pengait antara parasut dan keranjang sebagai singgasananya dengan balon udara diputus. Seketika itu, parasut yang terbuat dari sutra tersebut berhasil memperlambat laju penurunan secara drastis dan mengantar Andre Garnerin mendarat dengan selamat -sekalipun sempat terombang-ambing- 800 meter dari titik awal ia terbang.

Seolah tak puas dengan keberhasilan tersebut, pada 21 September 1802, Andre Garnerin tercatat berhasil menyelesaikan rekor terjun payung dari ketinggian 2.500 meter di London, Inggris.

Andre Garnerin dan istrinya, Jeanne. Foto: fai.org

Secara keseluruhan, beberapa tahun setelahnya ia melahap sekitar 200 penerjunan di berbagai negara, sebelum akhirnya meninggal dengan tragis saat hendak menguji coba parasut barunya pada 18 Agustus 1823. Saat itu, parasut barunya dilaporkan tak berhasil mengembang sempurna dan membawanya menghujam tanah dengan keras.

Selain Andre, istrinya, Jeanne juga berhasil terjun dengan parasut buatan sang suami dan menjadi perempuan penerjun parasut pertama dalam sejarah pada 1799. Ia melakukan penerjunan dari ketinggan yang sama dengan sejarah terjun payung pertama di dunia oleh Andre, yakni sekitar 915 meter.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Sebetulnya sebelum Andre Garnerin, ada nama lain. Dikutip dari History, Leonardo Da Vinci dan Louis-Sébastien Lenormand pernah membuat desain untuk sebuah parasut dari dua buah payung dan mencoba melompat dari pohon pada 1783.

Namun, menurut catatan sejarah, Andre-lah yang pertama berhasil merancang dan menguji parasut dan berhasil melihat bahwa parasut yang diciptakan Andre mampu memperlambat percepatan manusia yang jatuh dari ketinggian.

Leave a Reply