Hari Ini, 28 Tahun Lalu, Barbara ‘Penata Rambut’ Harmer Resmi Jadi Pilot Wanita Pertama Concorde

0
Pilot wanita pertama Concorde, Barbara Harmer. Foto: Reddit

Pada hari ini, 28 tahun lalu, bertepatan dengan 25 Maret 1993, Barbara Harmer mengukuhkan diri sebagai pilot wanita pertama Concorde di dunia. Kepastian itu didapat setelah eks penata rambut ini mendapat type rating pesawat supersonik tersebut.

Baca juga: 51 Tahun Sejak Terbang Perdana, Inilah ‘Jejak’ Supersonik Concorde yang Selalu Dikenang

Dilansir Aerotime Aero, perjalanan Barbara Harmer menjadi pilot wanita pertama Concorde tentu tidaklah mudah. Setelah keluar sekolah saat masih kanak-kanak hingga akhirnya tak melanjutkan ke sekolah manapun, masa depan Barbara menjadi suram.

Guna memenuhi kebutuhan hidupnya, ia pun memilih profesi sebagai penata rambut setelah mengikuti kursus penata rambut sebagai hairdresser. Sebetulnya, ia cukup mencintai pekerjaan ini. Terbukti, ia bisa bertahan sampai lima tahun.

Memasuki tahun keenam, rasa bosan pun menyelimutinya. Ia pun beralih profesi menjadi Trainee Air Traffic Controller dan memperoleh A-level di bidang Geografi, Hukum Inggris, Hukum Konstitusi dan Politik. Ia kemudian ditugaskan sebagai controller di Bandara London Gatwick (LGW). Dari sinilah, karirnya di dunia penerbangan dimulai.

Setelah memakan asam garam di dunia aviasi sebagai controller, Barbara Harmer mulai melirik profesi pilot. Ambisi yang kuat pun memudahkannya mendapat Lisensi Pilot Pribadi (PPL) dan mulai bekerja sebagai instruktur penerbangan di Sekolah Penerbangan Goodwood.

Seolah ingin terus naik sampai ke puncak tertinggi, Barbara Harmer sampai harus meminjam uang ke bank dalam jumlah besar, mencapai US$ 11.700. Uang sebesar itu digunakan sebagai modal mendapat Lisensi Pilot Komersial (CPL). Usahanya pun tak sia-sia, pada bulan Mei 1982, ia resmi mendapat CPL.

Meski sempat kesulitan mendapat pekerjaan sebagai pilot komersial, Barbara Harmer berhasil berlabuh di Genair. Sayangnya, maskapai tersebut bangkrut pada tahun 1984. Beruntung, usai maskapai tersebut bangkrut, Barbara langsung melamar menjadi pilot maskapai British Caledonian dan berhasil.

Bersama British Caledonian, Barbara Harmer berkesempatan terbang antara lain dengan pesawat BAC-111 dan DC-10. Ketika itu, sebagai pilot, ia sangat memimpikan bisa menerbangkan pesawat supersonik Concorde. Tentu saja hal itu juga menjadi impian seluruh pilot di dunia kala itu. Jalan takdir pun membuka kesempatan tersebut untuk Barbara.

Saat itu, usai empat tahun bekerja di British Caledonian, maskapai tersebut kemudian diakuisisi oleh British Airways, yang notabene sudah mengoperasikan Concorde selama 12 tahun. Ketika itu, dari 3 ribu pilot maskapai nasional Inggris itu, hanya sebagian kecil yang diberikan keistimewaan untuk menerbangkan Concorde. Jadi, peluang masing-masing pilot, termasuk Barbara Harmer, sangat kecil. Terlebih, ia adalah seorang pilot wanita yang waktu itu jumlahnya hanya ada 60 orang.

Akan tetapi, nasib berkata lain. British Airways memilihnya untuk menjalani kursus pelatihan enam bulan yang ketat sebelum dia berhasil menerima type rating pada 25 Maret 1993.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Kemudian di tahun yang sama, dia menjadi kopilot dalam penerbangan dari Bandara London Heathrow (LHR) ke John F. Kennedy International (JFK), New York. Selain dirinya, ada satu pilot Concorde wanita lainnya, yaitu Béatrice Vialle. Bedanya, ia adalah pilot Concorde Air France.

Setelah British Airways dan Air France mempensiunkan pesawat Concorde pada tahun 2003, Barbara Harmer pun melanjutkan karir penerbangannya dengan menjadi pilot Boeing 777 sampai dia pensiun dari dunia penerbangan pada tahun 2009. Dua tahun berikutnya, ia dinyatakan wafat usai mengidap kanker.

LEAVE A REPLY