Hari Ini, 32 Tahun Lalu, Pesawat Kargo Terbesar di Dunia Antonov An-225 Mriya Terbang Perdana

0
Antonov An-225. Foto: DMITRY A. MOTTL / CC BY-SA

Pada hari ini, 32 tahun yang lalu, bertepatan dengan Rabu, 21 Desember 1988, pesawat kargo terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya terbang perdana. Pesawat dengan berat maksimum lepas landas (MTOW) sekitar 640 ton ini awalnya diproduksi untuk mengangkut dan menjadi wahana peluncuran (flying space launching) Buran, pesawat ulang-alik pertama Soviet (Rusia) yang bisa digunakan kembali.

Baca juga: (Video) Pertama Kalinya, Pesawat Ulang-Alik Buran Meluncur dari ‘Punggung’ Replika Antonov An-225 Mriya

Dilansir laman resmi perusahaan, sebagaimana disebutkan di atas, sepak terjang An-225 Mriya memang tak bisa dilepaskan dengan proyek pengembangan Buran. Keduanya nyaris dibuat bersamaan. Penerbangan perdana keduanya juga tak jauh berbeda. Antonov An-225 Mriya terbang perdana pada 21 Desember 1988 sedangkan Buran terbang perdana pada 15 November 1988.

Antonov An-225 pertama kali terbang bersama tujuh orang kru, mulai dari Oleksandr Galunenko sebagai kapten pilot atau pilot pertama yang menerbangkan An-225 Mriya, Sergii Gorbik (co-pilot), Sergii Nechayev (navigator), Oleksandr Shuleshchenko (senior flight engineer), Volodymyr Gusar (flight engineer), Vyacheslav Belousov (radio operator), dan Mykhaylo Kharchenko (Kepala tes flight engineer).

Antonov An-225 sebetulnya diproyeksi akan dibangun sebanyak dua unit. Unit pertama pun selesai dibangun dan dengan cepat membuat 106 rekor dunia dalam satu penerbangan. Pesawat kargo terbesar di dunia, yang diberi kode ‘Cossack’ oleh NATO ini, dapat terbang dengan Buran orbiter di dalam atau di atasnya dan ikut dalam Paris Air Show 1989. Akan tetapi karena program Buran dihentikan, Uni Soviet memutuskan untuk melakukan penjualan An-225.

Antonov An-225 awalnya didesain untuk mengangkut Buran, sebagaimana di foto ini. Sputnik / Igor Kostin

An-225 tetap berada di hanggar pangkalan udara Gostomel, sebuah fasilitas penyimpanan di Ukraina, hingga tahun 2000. Pada saat itu, Antonov menghabiskan US$20 juta untuk mengembangkan sistem avionik baru dan peralatan modern lainnya. Versi baru An-225, yang diberi kode An-225-100, mulai beroperasi pada 2001 sebagai pesawat angkut komersial. Pesawat ini dioperasikan bersama oleh Antonov dan Air Foyle, Inggris.

Adapun unit kedua proyeknya terus mangkrak hingga bertahun-tahun. Tetapi karena permintaan dari berbagai kalangan, pembangunan pesawat kedua Antonov An-225 Mriya kembali dilanjutkan dan rencananya selesai pada 2008. Namun, sampai saat ini, belum ada kejelasan terkait kelanjutan unit kedua Antonov An-225.

Meski demikian, diketahui, satu-satunya pesawat Antonov An-225 Mriya, yang merupakan kombinasi dari desain jadul dan inovasi modern, mencakup sistem kontrol fly-by-wire dan hidraulik triple-redundan, serta memiliki roda pendarat utama yang berjumlah 32 roda tersebut, telah menerima sistem avionik yang lebih baik dan setidaknya satu mesin baru dari pemasok Ivchenko-Progress.

Baca juga: Oleg Konstantinovich Antonov – Sosok Legendaris di Balik Nama Besar “The Mammoth” An-225

Hal itu tentu membawa angin segar bagi para pecinta aviasi untuk tetap melihat burung besi terbesar di dunia tersebut tetap terus mengudara dengan beberapa peningkatan tersebut. Namun, tetap saja, sebagai An-225 Mriya satu-satunya di dunia, tentu akan sangat menyedihkan bila pesawat itu hancur akibat insiden fatal.

Sebagai pesawat kargo terbesar di dunia, pesawat dengan kemampuan angkut sebesar 250 ton ini memiliki panjang 84 meter, tinggi 18,2 meter, dan lebar sayap 88 meter. Meski berbobot besar, pesawat dengan enam mesin jet serta sayap anhedral ini, mampu melaju dengan kecepatan jelajah mencapai 800 km per jam, jangkauan terbang sejauh 15.400 km, serta ketinggian jelajah di kisaran 9.000 meter.

Leave a Reply