Hari ini, 35 Tahun Lalu, Pesawat Ulang Alik Challenger Meledak Setelah 73 Detik Meluncur

0
Pesawat Ulang Alik Challenger meledak sesaat setelah peluncuran

Tujuh orang awak yang terdiri dari lima astronot NASA dan dua spesialis tewas setelah pesawat ulang alik yang mereka tumpangi meledak. Adapun tujuh awak tersebut yakni Francis R Scobe yang merupakan kapten pesawat ulang alik tersebut, Michael J Smith, Ronald McNair, Ellison Onizuka, Judith Resnik, Gregory Jarvis dan Christa MaAuliffe.

Baca juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

The Space Shuttle Challenger merupakan pesawat ulang alik yang tengah dalam misi membawa penunjukkan STS-51-L dan merupakan penerbangan kesepuluh untuk pengorbit Challenger. Dalam misinya ini, pesawat ulang alik Challenger harus mengalami nasib yang tragis di mana, meledak setelah 73 detik peluncuran.

Tujuh astronot menjadi korban tewas setalah Pesawat Ulang Alik Challenger meledak

Insiden ini terjadi pada 28 Januari 1986 yang tidak hanya disaksikan keluarga astronot tetapi juga disiarkan langsung televisi Amerika Serikat dan seluruh warga Negeri Paman Sam menjadi saksi matanya. Pesawat ini meledak dan hancur di atas Samudera Atlantik tepat di lepas pantai Cape Canaveral, Florida pukul 11.39 waktu setempat.

Sayangnya evakuasi tak bisa dilakukan langsung tetapi satu jam setelah ledakan terjadi. Hal tersebut karena serpihan pesawat ulang alik Challenger menghalangi upaya evakuasi. Awalnya pesawat ulang alik Challenger ini dijadwalkan diluncurkan pada 22 Januari 1986. Namun peluncuran ditunda karena cuaca buruk dan pada 27 Januari 1986 dan NASA menyatakan tidak punya tekanan untuk meluncurkan pesawat ulang alik ini.

Bahkan mereka juga memastikan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Untuk diketahui, pesawat ulang alk Challenger meledak karena adanya disintegrasi kendaraan yang mana sambungan di solid rocker booster (SRB) kanan gagal saat lepas landas. Kegagalan ini disebabkan oleh masalah segel O-ring yang digunakan pada sambungan yang tidak dirancang untuk menangani kondisi dingin yang tidak biasa yang ada pada peluncuran ini.

Kegagalan segel menyebabkan kerusakan pada sambungan SRB, memungkinkan gas pembakaran bertekanan dari dalam motor roket padat untuk mencapai bagian luar dan menimpa perangkat keras pemasangan sambungan bidang buritan SRB yang berdekatan dan tangki bahan bakar eksternal. Hal ini menyebabkan pemisahan sambungan sambungan bidang buritan SRB sebelah kanan dan kegagalan struktural tangki eksternal.

Untuk diketahui, kompartemen awak dan banyak pecahan dari pesawat ulang alik ini ditemukan di dasar laut setelah operasi pencarian dan pemulihan yang lama. Pesawat ulang-alik tidak memiliki sistem pelarian, dan dampak dari kompartemen awak pada kecepatan terminal dengan permukaan laut terlalu keras untuk bisa bertahan.

Baca juga: NASA Luncurkan Toilet Khusus Astronot Wanita, Bekas Urine Bisa Buat Minum dan Masak

Adanya insiden ini pun mengakibatkan 32 bulan absen dalam program Pesawat Ulang Alik dan pembentukan Komisi Rogers, sebuah komisi khusus yang ditunjuk oleh Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Komisi Rogers menemukan bahwa budaya organisasi NASA dan proses pengambilan keputusan telah menjadi faktor utama penyebab kecelakaan tersebut, dengan badan tersebut melanggar aturan keselamatannya sendiri.

Leave a Reply