Hari ini 38 Tahun Lalu, Boeing 737 Air Florida Flight 90 Jatuh di Sungai ‘Es’ Potomac

0
Penyelamatan dramatis korban Air Florida Flight 90 di Sungai Potomac (Foto: Istimewa)

Hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari Gedung Putih, pada 13 Januari 1982, sebuah pesawat Boeing 737-222 Air Florida Flight 90 dengan registrasi N62AF mencoba mendarat darurat di Sungai Potomac, Washington DC. Namun berbeda dengan pendaratan darurat Airbus A320 milik US Airways Flight 1549 di Sungai Hudson pada 15 Januari 2009, pendaratan Flight 90 di tengah cuaca bersalju ini berujung tragis dengan jatuhnya korban jiwa yang cukup besar.

Baca juga: Satu Dasawarsa Pasca Kejadian, Survivor Tragedi “Miracle on the Hudson” Langsungkan Reuni

Dihimpun dari berbagai sumber, pesawat yang mengangkut sebanyak 74 penumpang dan lima awak kabin tersebut dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, sore waktu setempat. Namun, apa daya, beberapa jam setelah mengudara dari Bandara Nasional Washington (sekarang Bandara Nasional Reagan Washington), pesawat gagal mempertahankan ketinggian hingga akhirnya menabrak 14th Street Bridge, yang menghubungkan antara Washington, DC. dan Arlington County, Virginia.

Celakanya, kala itu, kondisi di jembatan tersebut tengah dalam keadaan macet. Situasi yang tenang seketika mulai panik dan menegangkan. Dalam hitungan detik setelah benturan terjadi, kepingan pesawat, material jembatan, kendaraan yang tertabrak dan yang tidak tertabrak pesawat, hingga penumpang dan sejumlah orang di jembatan  jatuh bergelimpangan dari ketinggian 30 meter ke dalam dinginnya Sungai Potomac yang menusuk tulang.

Namun, di balik kecelakaan tragis yang memakan korban sebanyak 70 penumpang dan empat awak kabin tersebut, rupanya menyimpan aksi heroik yang mungkin terkenang hingga di masa mendatang. Kala itu, di tahun 1982, arus infomasi belum terlalu deras seperti sekarang, rupanya tak menghalangi warga untuk bisa segera mengetahui insiden tersebut dan bergegas menolongnya. Misalnya, personel militer dari Pentagon yang tengah bertugas di Gedung Putih segera bergegas ke tempat kejadian untuk membantu menyelamatkan para korban.

Lain lagi dengan Roger Olian, pekerja swasta yang kala itu tengah dalam kemacetan lalu lintas, diyakini sebagai orang pertama yang melompat ke air dengan seutas tali terjalin di pinggangnya, meskipun pada akhirnya ia harus diangkat kembali ketika terjebak di sungai yang membeku.

Ada lagi Bystander Lenny Skutnik, asisten Kantor Anggaran Kongres yang merobek mantel dan sepatu bot koboinya dan terjun ke Potomac, dapat menarik satu penumpang, Priscilla Tirado, ke tepi sungai. Kemudian Don Usher dan Gene Windsor, dua pilot helikopter Kepolisian yang berhasil menarik empat orang.

Namun aksi yang paling heroik adalah ketika seorang korban selamat yang kemudian tewas ketika berusaha menolong korban lainnya. Arland Williams, adalah satu dari enam di dalam pesawat yang awalnya selamat. Tetapi Williams yang hampir selamat secara dramatis menyerahkan tali penyelamat helikopter kepada korban lainnya. Tak lama berselang ia pun menghilang dan ditemukan tewas membeku beberapa jam kemudian.

Baca juga: Mengenal Ditching, Pendaratan Darurat Pesawat di Atas Permukaan Air

Aksi heroik tersebut kemudian sangat dihormati dan dikenang oleh Presiden Amerika Serikat kala itu, Ronald Reagan, dan seluruh warga Amerika. Hal itu dibuktikan dengan diubahnya nama jembatan The 14th Street Bridge menjadi Arland Williams Bridge pada tahun 1985, atau tiga tahun setelahnya.

Dalam musibah ini, 78 orang dilaporkan tewas, termasuk 4 diantaranya adalah orang yang ada di darat. Sedangkan jumlah total yang selamat hanya 5 orang.

Leave a Reply