Hari Ini, 48 Tahun Lalu, Kecelakaan Pesawat Widebody Pertama Sebabkan Teror Hantu

0
Rongsokan pesawat Lockheed L-1011 Eastern AIrlines penerbangan 401 setelah kecelakaan. Foto: courtesy Ron Infantino

Pada hari ini, 48 tahun lalu, bertepatan dengan Jumat, 29 Desember 1972, kecelakaan pesawat widebody pertama di Amerika Serikat (AS) terjadi setelah Lockheed L-1011 TriStar Eastern Airlines menghantam daratan dan menewaskan 101 orang dari 176 orang.

Baca juga: Hari Ini, 63 Tahun Lalu, Lockheed L-188 Electra Sang ‘Maut’ Andalan Garuda Indonesia Terbang Perdana

Tak hanya menyebabkan ratusan orang tewas, kecelakaan tersebut di kemudian hari juga jadi sebab timbulnya teror hantu dari penerbangan 401 tersebut.

Dilansir Flamingo, insiden bermula saat Lockheed L-1011 canggih yang dijuluki “Whisperliner” karena relatif lebih senyap dan tenang dibandingkan pesawat lain di zaman itu lepas landas dari Bandara JFK New York, pukul 21.20 waktu setempat. Sedianya, pesawat itu dijadwalkan mendarat di Bandara Miami beberapa jam kemudian.

Pada pukul 11.30 malam, beberapa saat sebelum memulai pendaratan, seperti biasa Bob Loft mengabarkan kepada penumpang bahwa sebentar lagi pesawat akan segera mendarat di Bandara Miami. “Selamat datang di Miami yang cerah,” kata Bob Loft. “Suhu di bawah 70-an derajat, dan malam ini indah sekali di luar sana.” Namun jelang mendarat, rodanya mendadak tidak berfungsi.

Di sini, pilot Bob Loft dengan total 29.700 jam terbang, first officer Albert John (Bert) Stockstill 5.800 jam terbang, dan flight engineer Donald Louis (Don) Repo 15.700 jam terbang, sempat berkomunikasi dengan ATC Bandara Miami terkait masalah itu dan pesawat terpaksa go around. ATC mengamini dan pesawat diarahkan untuk berada di ketinggian 2.000 kaki.

“Tower, ini Eastern… 401, sepertinya kita harus berputar. Indikator lampu landing gear kami berlum menyala,” jelas sang kapten.

“Eastern 401, … tarik, naik dan terus lurus ke depan ke ketinggian 2.000, kembali ke approach control,” arahan dari ATC.

Pesawat pun menuruti dan pilot meminta co-pilot untuk mengaktifkan fitur autopilot. Setelah itu, ketiganya berusaha mencari cara agar lampu indikator landing gear menyala. Dalam proses itu, pilot Bob Loft secara tak sengaja menyenggol control wheel atau yoke (joy stick pada Airbus) dan tanpa sadar membuat pesawat lepas dari fitur autopilot.

Entah apa yang terjadi di dalam kokpit, ketiganya tak menyadari bahwa hidung pesawat mulai menghadap ke bawah beberapa derajat karenanya. Altimeter menunjukkan ketinggian pesawat terus berkurang dan anehnya satupun dari ketiga orang itu tak menyadarinya, bahkan setelah alarm berbunyi.

Baca juga: Misteri Teror Hantu Pesawat Eastern Airlines dengan Nomor Penerbangan 401

Pesawat kemudian jatuh menghantam daratan Everglades, Florida, membelah lumpur dan rerumputan dengan kecepatan 225 mil atau setara 362 kilometer per jam, sebelum akhirnya pesawat berguling bak roda, terbakar dan menewaskan 101 orang termasuk pilot, co-pilot, flight engineer, dua pramugari dan 96 dari 163 penumpang; dimana dua di antaranya merupakan sepasang pengantin baru yang hendak pulang ke Miami setelah bulan madu.

Meski menghantam kuat daratan, pesawat trijet dengan mesin turbofan Rolls-Royce itu dilaporkan baru berusia empat bulan. Entah apa yang ada dibenak manajemen maskapai, rongsokan pesawat itu yang masih bagus kemudian dipakai kembali di pesawat Lockheed L-1011 lainnya. Keputusan tersebut pada akhirnya menjadi penyebab munculnya teror hantu di pesawat yang menggunakan rongsokan dari penerbangan 401 tersebut.

Leave a Reply