Hari Ini, 58 Tahun Lalu, Pesawat Supersonik VTOL Pertama di Dunia Terbang Perdana

0
EWR VJ 101 saat sedang di posisi VTOL. Foto: diseno-art.com

Pada hari ini, 58 tahun lalu, bertepatan dengan 10 April 1963, pesawat supersonik pertama di dunia dengan kemampuan vertical take-off and landing (VTOL) atau lepas landas dan mendarat secara vertikal, EWR VJ 101, berhasil terbang perdana.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Dilansir diseno-art.com, dilihat dari tahun kemunculannya, tentu saja bila berfokus pada kecepatan, pesawat supersonik EWR VJ (singkatan dari “Versuchsjager” dalam bahasa Jerman untuk “Experimental Fighter”) 101 bukanlah yang pertama.

Sudah jadi rahasia umum bahwa pesawat supersonik pertama yang mampu melesat melampaui kecepatan suara (Mach 1 lebih) ialah pesawat penelitian Bell X-1 pada tahun 1947 silam. Pun demikian, sebelum penerbangan perdana pesawat supersonik EWR VJ 101, sudah ada beberapa pesawat lain yang melesat lebih dari Mach 1, seperti D-558-2 Skyrocket di kecepatan Mach 2, Bell X-2 d kecepatan Mach 3, hingga pesawat X-15 yang melesat sampai Mach 5 pada 23 Juni 1961 silam.

Akan tetapi, tak satupun dari mereka bisa lepas landas dengan cara vertikal atau VTOL. Pun demikian, tak satupun dari pesawat-pesawat supersonik fenomenal di atas mampu melakukan transisi dari penerbangan vertikal ke horizontal. Tak ayal, kehadiran EWR VJ 101 cukup menyita perhatian publik.

Nacelles pesawat supersonik EWR VJ 101 saat sedang transisi. Foto: diseno-art.com

EWR VJ 101 sendiri merupakan jet tempur yang dikembangkan Jerman untuk menggantikan posisi Lockheed F-104G Starfighter di pasaran. Pesawat ini didukung oleh enam mesin turbojet Rolls-Royce RB145, dimana dua mesin terdapat di fuselage untuk VTOL dan empat lainnya di nacelles di setiap wingtip. Nacelles ini bisa berputar 90 derajat untuk memberikan dorongan vertikal atau horizontal.

Konsep pesawat ini dimulai pada awal 1960. Saat itu, rancangannya masih berupa mesin yang lebih kecil dan fuselage atau rangka badan pesawat yang sangat sederhana. Dari situ, EWR, perusahaan gabungan dari Heinkel dan Messerschmitt, melakukan pengembangan dan melahirkan dua prototipe, X-1 dan X-2.

Pesawat Supersonik EWR VJ 101 saat sedang mode terbang horizontal. Foto: diseno-art.com

Pada 10 April 1963, EWR VJ 101C X-1 berhasil terbang perdana. Namun hanya sebatas terbang secara vertikal saja. Baru kemudian pada bulan September di tahun yang sama, prototipe itu berhasil melakukan penerbangan transisi dari vertikal ke horizontal. Lebih lanjut, uji terbang VTOL dilakukan sebanyak 14 kali, dari total uji 78 uji terbang pada September 1964.

Sayangnya, pada uji coba kali ini, pesawat meledak dan terbakar tak lama setelah lepas landas. Beruntung, pilot berhasil selamat dalam insiden tersebut. Dari hasil investigasi, penyebab kecelakaan kuat diduga akibat sistem autopilot yang tidak berfungsi. Karenanya, prototipe X-2 disematkan sistem autopilot baru.

Baca juga: Keren, Tesla Akan Buat Pesawat Supersonik Pengganti Concorde Bertenaga Listrik

Meskipun ada kemajuan dalam pengembangan pesawat, proyek tersebut akhirnya dihentikan pada tahun 1968. Alasan utamanya ialah masalah suhu terlampau tinggi dan erosi karena ventilasi gas panas di bawah pesawat selama lepas landas dan mendarat yang berbahaya serta tak terpecahkan.

Meski demikian, untungnya, proyek pengembangan pesawat supersonik VTOL pertama di dunia itu masih menyimpan jejak, dimana EWR VJ 101 C X-2 saat ini disimpan dengan apik di Deutsches Museum, Munich, Jerman.

Leave a Reply