Hari Ini, 61 Tahun Lalu, Boeing 720 (717) Sang Petarung Jarak Pendek Empat Mesin Terbang Perdana

0
Boeing 720-025 Eastern Airlines. Foto: AirTeamImages.com

Pada hari ini, 61 tahun lalu, bertepatan dengan Senin, 23 November 1959, Boeing 720 terbang perdana. Pesawat yang merupakan versi jarak pendek dari Boeing 707 ini pun selama beberapa tahun menjadi andalan Boeing untuk merajai penerbangan jarak pendek, sebelum akhirnya Boeing meluncurkan Boeing 727 dan 737 untuk pangsa pasar tersebut.

Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Boeing Tak Buat Seri 777-100

Dilansir laman resmi Boeing, Boeing 720 awalnya tak begitu diharapkan ketika permintaan akan pesawat dengan kemampuan mendarat di bandara yang lebih kecil mengalir deras dari maskapai seluruh dunia, tak lama pasca Boeing 707 terbang perdana pada 20 Desember 1957. Sebab, di tahun yang sama dengan penerbangan perdana Boeing 720, proses pengembangan Boeing 727 -yang pada akhirnya menggantikan 720- sedang dilakukan.

Akan tetapi, usai pergolakan di internal Boeing, pabrikan itu akhirnya melanjutkan program Boeing 720 dan resmi terbang perdana, dua tahun first flight setelah Boeing 707.

Sebagaimana permintaan pasar, Boeing 720 didesain khusus untuk rute jarak pendek hingga menengah dan memiliki kemampuan beroperasi di landasan pacu yang lebih pendek. Para insinyur Boeing mengurangi panjang badan pesawat hingga 9 kaki (2,7 meter), mengubah leading edge flaps, dan memasang mesin turbofan Pratt & Whitney JT3C-7.

Meski terus dibayang-bayangi dengan kehadiran Boeing 727 yang pada akhirnya berhasil terbang perdana pada 9 Februari 1963, tercatat, ada sekitar 154 unit 720 yang diproduksi Boeing antara tahun 1959 dan 1967. Peran jarak pendek hingga menengahnya kemudian diisi oleh Boeing 727 dan Boeing 737, yang terus eksis sampai saat ini melalui varian terbarunya, Boeing 737 MAX.

Spesifikasi Boeing 720 dan Boeing 720B. Foto: Tangkapan layar

Dikutip dari aerotime.aero, Boeing 720 sebetulnya bisa dibilang aneh karena melawan formula penamaan 7×7 oleh departemen pemasaran Boeing untuk pesawat komersial. Sebagaimana disebutkan di awal, Boeing 720 merupakan versi pengembangan dari Boeing 707. Karenanya, 720 dinamakan sebagai Boeing 707-020, kemudian berubah menjadi Boeing 717 hingga akhirnya menjadi Boieng 720.

Dalam sebuah iklan di majalah Flight, pesawat jarak pendek dan menengah dengan empat mesin ini dikalim sebagai “Pesawat jet tercepat di kelasnya, dengan kecepatan jelajah maksimum mencapai 615 mil atau 989 km per jam.”

“Seri 720 yang serba guna akan memberikan keuntungan kepada maskapai penerbangan dengan keuntungan yang luar biasa, penggunaan awal yang sangat tinggi, dan daya tarik penumpang yang belum pernah terjadi sebelumnya – seperti yang ditunjukkan oleh kesuksesan brilian jet Boeing yang sudah beroperasi,” bunyi lain iklan Boeing di majalah Flight.

Baca juga: Berapa Banyak Pesawat Boeing 737 All Series yang Masih Terbang dan dalam Pesanan?

Beberapa bulan setelah penerbangan komersial perdana oleh United Airlines pada 5 Juli 1960, Boeing memperkenalkan versi 720B yang dengan menyematkan mesin terbaru Pratt & Whitney JT3D. Mesin tersebut dianggap jauh lebih efektif dan efisien. Versi ini pada akhirnya menjadi yang terlaris dengan total penjualan 89 unit dan sisanya Boeing 720 sebanyak 65 unit.

Jumlah tersebut setidaknya dioperasikan oleh puluhan maskapai di dunia, di antaranya Aer Lingus, Air Malta, American Airlines, Braniff International Airways, Continental Airlines, Eastern Air Lines, Northwest Airlines, Lufthansa , Pan American World Airways (Pan Am), dan United Airlines.

LEAVE A REPLY