Hari Ini, 89 Tahun Lalu, Bandara Tersibuk di Dunia Mulai Pamer ILS untuk Pendaratan Malam Hari

0
Kondisi pendaratan pesawat pada malam hari, penuh dengan lampu Airfield Lighting System (AFL) sebagai alat bantu pendaratan. Foto: pics.alphacoders.com

Pada hari ini, 89 tahun lalu, bertepatan dengan 12 Maret 1932, bandara tersibuk di dunia saat itu, Bandara Newark, Amerika Serikat (AS), mulai menambah alat bantu pendaratan malam hari, melengkapi yang sudah ada. Di era seperti sekarang, teknologi pendaratan malam hari mungkin biasa. Namun di masa lalu, teknologi itu cukup langka dan membawa masa depan industri penerbangan ke arah yang lebih cerah.

Baca juga: Ada 15 Makna Lampu Warna-warni di Runway Bandara, Sudah Tahu?

Dari penelusuran di berbagai sumber, hampir tak ada yang menjelaskan dengan detail alat bantu pendaratan malam hari apa yang dimaksud di atas. Tetapi, di tahun-tahun itu, industri dirgantara Negeri Paman Sam memang sedang fokus pada percobaan sistem instrument landing system (ILS) yang kick offnya dimulai pada tahun 1929.

Ketika itu Administrasi Aeronautika Sipil (CAA) mengizinkan pemasangan sistem ini tahun 1931 di enam bandara, salah satunya Bandara Newark selaku bandara tersibuk di dunia saat itu. Pendaratan pertama maskapai sipil AS terjadwal menggunakan ILS terjadi pada 26 Januari 1938, dimana sebuah Boeing 247-d Pennsylvania-Central Airlines terbang dari Washington, D.C., menuju Pittsburgh dan mendarat dalam badai salju menggunakan satu-satunya ILS.

Kehadiran ILS di Bandara Newark yang ketika itu dinobatkan jadi bandara tersibuk di dunia sampai Bandara LaGuardia dibuka pada bulan Desember 1939, tentu sangat membantu pergerakan pesawat. Bila sebelumnya tak semua pesawat bisa melakukan pendaratan malam di bandara ini, ketika alat bantu dipasang, seluruhnya bisa mendarat dengan aman.

Muara dari semua itu, jumlah pesawat mendarat di bandara itu pun meningkat dari semula 28.000 pendaratan di tahun 1930 menjadi jauh meningkat setelah alat bantu itu dipasang.

Dirunut dari definisinya, ILS adalah sistem pemandu pendaratan pesawat dengan menggunakan instrument elektronika. Sistem ini membantu pesawat udara untuk mendarat tepat pada centre line (garis tengah) runway dan dengan sudut pendaratan yang tepat.

Pemanduan dilakukan agar pilot mengetahui jarak pesawat terhadap area pendaratan (touchdown zone) pada runway. Pemanduan dilakukan untuk mengatur posisi kanan kiri (center line) pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat di garis tengah landasan.

Baca juga:Dalam Kondisi Berkabut, Penggunaan ILS Bukan Jaminan Penerbangan Bakal Lebih Efisien

Pemanduan dilakukan juga untuk mengatur posisi atas bawah pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat pada sudut ± 3° terhadap landasan. ILS terdiri dari tiga komponen peralatan berdasarkan fungsi pemanduannya yaitu Marker Beacon, Localizer, dan Glide Slope.

Saat ini, setelah didemonstrasikan di AS sejak puluhan tahun lalu, penggunaan ILS sudah menjadi barang umum yang hampir bisa ditemukan di seluruh bandara besar di seluruh dunia. Dengan ILS maka standar keselamatan penerbangan menuju suatu bandara dapat lebih terjamin. Penerbangan yang dilakukan malam hari dapat berlangsung dengan adanya ILS, pun pilot dapat mendaratkan pesawat tatkala cuaca buruk dengan sudut pandang terbatas, itu juga dapat dilakukan berkat adanya ILS.

LEAVE A REPLY